Jumat, 25 September 2020
Beranda Teknologi Viral Video Pedagang Es Cendol Tendang Dagangan Lantaran Emosi Ditertibkan Aparat

Pedagang Es Cendol Tendang Dagangan Lantaran Emosi Ditertibkan Aparat

Viral Video, RANCAH POST – Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang pedagang takjil es cendol tendang dagangan ketika ditegur oleh Satuan Polisi Pamong Praja beredar di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria menendang wadah besar berisi barang dagangannya sendiri.

Wadah berisi cendol yang sangat banyak itu langsung tumpah. Di sekitar lokasi tampak ada sejumlah petugas Satpol PP dan TNI-Porli yang menyaksikan aksi pedagang cendol ini.

Setelah menendang jualannya, pria tersebut lalu pergi meninggalkan lapak tempatnya berjualan.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Jalan Bawakaraeng, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4/2020).

Dilansir dari Suarajelata.com, penjual cendol yang tendang barang dagangannya ini diduga emosi ketika aparat menegurnya lantaran waktu yang diberikan untuk meninggalkan lokasi berjualan yang dilarang tidak diindahkan.

Beberapa pedagang yang ngeyel pun akhirnya terpaksa ditertibkan oleh petugas. Padahal Pemerintah Kabupaten Sinjai sudah menyiapkan lokasi baru untuk mereka.

Para pedagang beranggapan jika tempat baru yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah tidak efektif dan kurang pembeli.

Sementara itu, rekaman video pedagang es cendol yang tampak emosi hingga tendang dagangan ini viral dan menuai beragam respons dari warganet.

View this post on Instagram

Ditertibkan Satpol PP, Penjual Takjil Pasar Sentral Sinjai Emosi Hingga Tendang Jualannya. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ . Lapak pedagang takjil musiman di Jalan Bawakaraeng, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, mulai ditertibkan tim terpadu Pemerintah Kabupaten Sinjai yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub. Selasa, (28/4/2020). . Meski mendapat protes dari pedagang takjil, sikap tegas dari tim terpadu tetap melaksanakan penertiban tersebut. Lantaran waktu yang diberikan untuk meninggalkan lokasi penjualan yang dilarang tidak diindahkan. . Bahkan salah satu pedagang yang menjual cendol lantaran emosi kemudian menendang tempat jualannya hingga berserakan di depan petugas penertiban. . Mereka beranggapan, tempat baru yang disediakan pemda tidak efektif dan kurang pembeli. Camat Sinjai Utara Hariyani Rasyid menuturkan, penertiban terpaksa dilakukan agar tidak berjualan di sepanjang jalan Gunung Bawakaraeng. . Hal ini untuk menghindari kerumunan massa, apalagi telah dilakukan sosialisasi sehari sebelumnya untuk pindah ke tempat yang telah disediakan. . Para pedagang ini diminta pindah berjualan di Jalan Ahmad Yani (Sekitar Lapangan H. A. Bintang) berdasarkan lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai. . “Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dari hari pertama hingga hari keempat bulan puasa dan mereka nekat berjualan. Akhirnya ditertibkan oleh tim terpadu untuk mengurangi kerumunan banyak orang”, bebernya. . Di temui terpisah, Kadis Satpol PP Sinjai, Agung Budi Prayogo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif selama empat hari ini dan ditandai dengan surat pernyataan untuk pindah berjualan, namun nampaknya masih tak digubris. . Artikel : Suarajelata.com

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

surezruna, “Terkadang kasian liat kaya gini. Mungkin beliau jualan untuk cari nafkah buat anak2nya. Tp disatu sisi, pandemi covid-19 melanda, bisa bahaya untuk ibunya dan seluruh warga. Jadi dilema gk tuh 🥺”

rahmatttt____, “Yang sabar Bapak ibu Pedagang,masyarakat yg terdampak.kalo kita patuh,Insya Allah Pandemi ini segera berakhir …. Bapak2 aparat ,tetap semangat menjalankan tugas !!”

nana_dianra, “Yg bilang petugas tendang jualannya, please budayakan membaca sampai tuntas. Jelas2 yg menjual yg tendang jualannya🙈”

hairul_nurung, “Nda bisa hilang korona kalau pake pemikiran kek gini terus seharusnya kita bantu aparat dan pemrintah 😭”

BACA JUGA: Emak-emak Marah-marah Saat Ditegur Petugas Lantaran Tak Taati Aturan PSBB

fadhilahdarma, “sudah ada surat peringatan cuma tidak di gubris oleh pedagang. Bukan masalah pembeli ga makan disana, tapi tempat jualannya yg dilarang bikin kemacetan bukan tempat seharusnya untuk jualan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

105,958FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,263PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan