Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Emak-emak Pemudik di Solo Marah-marah ke Petugas Satgas Corona Saat Hendak Didata
    Berita Nasional

    Emak-emak Pemudik di Solo Marah-marah ke Petugas Satgas Corona Saat Hendak Didata

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa7 April 20200
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Emak emak Pemudik di Solo Marah ke Petugas Satgas Corona Saat Hendak Didata
    Emak-emak Pemudik di Solo Marah ke Petugas Satgas Corona. (IST/NET)

    Berita Nasional, RANCAH POST – Mewabah virus corona atau COVID-19 ke berbagai penjuru Tanah Air membuat masyarakat harus selalu waspada dan melakukan upaya pencegahan.

    Setidaknya jika kita melakukan upaya pencegahan yang sudah dianjurkan, tentu dapat memutus mata rantai penyebaran dan virus ini tidak semakin menjangkit banyak orang.

    Namun seorang emak-emak di Solo bertindak kurang kooperatif ketika petugas hendak mendatanya, karena dirinya merupakan pemudik dari zona merah, Jakarta.

    Emak-emak tersebut bahkan marah-marah kepada petugas penanganan virus corona datang ke rumahnya. Kejadian tersebut sempat direkam dan videonya viral di media sosial.

    Dalam video tersebut terlihat seorang emak-emak berdaster, di rumahnya sudah datang petugas Linmas, Kepolisian dan anggota TNI yang hendak mendata pemudik yang datang ke Solo.

    Otomatis pemudik dari luar kota, terutama dari zona merah akan berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sesuai prosedur, mereka pun harus melakukan karantina mandiri.

    Akan tetapi, emak-emak tersebut malah bertindak kurang kooperatif dan enggan didata. Ia malah membandingkan pendataan tersebut dengan warga lain yang masih berkeliaran.

    “Setiap kali setiap detik ada orang masuk, ini orang baru semua orang ngontrak. Kenapa orang lalu lalang dibiarkan, saya tinggal di sini, ini rumah saya.” ucap emak-emak tersebut.

    Petugas berusaha memberi imbauan namun emak-emak tersebut tetap saja mengomel, ia merasa bukan pengedar narkoba yang harus selalu dipantau.

    “Terlalu, ini sangat keterlaluan, kecuali saya pengedar narkoba. Rese, malah lebih rese dari Jakarta, enggak ada sopan santunnya. Saya udah enggak suka caranya gini,” katanya lagi.

    Emak-emak tersebut menegaskan bahwa dirinya memang sudah tinggal di daerah tersebut sejak lama. Ia merasa hal ini terlalu dibesar-besarkan.

    “Kayak enggak tahu aja oran saya di sini tinggal ini udah lama. Saya menikah tahun 93, terlalu dibesar-besarkan. Mau apa lagi silahkan saya stay home 1×24 jam di rumah ada.” pungkasnya sambil masuk ke dalam rumah.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa emak-emak pemudik marah ke petugas yang hendak mendatanya ini terjadi di Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo.

    Setelah sempat marah-marah, Lurah setempat mengatakan emak-emak tersebut telah bersedia didata dan akan melakukan karanita mandiri selama 14 hari.

    Usai beredar, video emak-emak pemudik di Solo marah ke petugas ini pun menuai beragam komentar dari netizen.

    Selain itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo merasa geram dengan aksi emak-emak yang kurang kooperatif ini. Hadi bahkan sudah berbicara dengan suaminya melalui sambungan telepon terkait kejadian tersebut.

    BACA JUGA: Terlanjur Emosi, Polisi Marahi Warga yang Tetap Ngeyel Gelar Hajatan Saat Pandemi Corona

    Ia meminta kepada emak-emak tersebut tidak melakukan hal yang tidak baik pada petugas yang berusaha memutus mata rantai penyebaran. Hadi menegaskan jika tidak mau diatur silahkan tidak perlu datang ke Solo.

    Berita Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.