Sabtu, 11 Juli 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Cerita Pasutri di Yogyakarta Beri Putranya Nama 'Alhamdulillah Rejeki Hari Ini'

Cerita Pasutri di Yogyakarta Beri Putranya Nama ‘Alhamdulillah Rejeki Hari Ini’

Sosial Media, RANCAH POST – Nama seorang bayi laki-laki yang baru berusia 5 bulan baru-baru ini menjadi sorotan netizen di media sosial. Selain lucu, anak pertama dari Didit Saputro (39) dan Meidiana (35) ini memiliki nama yang terbilang unik.

Pasutri asal Ngampilan, Yogyakarta ini memberi nama putranya, Alhamdulillah Rejeki Hari Ini. Nama unik tersebut pertama diketahui para netizen setelah foto KIA-nya beredar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Didit tinggal di Perumahan Bukit Asri di kawasan Gunungsempu bersama istri dan putranya, Alhamdulillah atau yang kerap disapa Al.

Melansir dari Kumparan.com, orang tua Al tinggal di rumah yang terletak di kawasan perumahan elit. Mereka menempati sebuah rumah dengan desain yang kuno.

Nama putranya yang unik, Alhamdulillah Rejeki Hari Ini sontak saja membuatnya terkenal di kompleks tersebut, dengan begitu untuk mencari rumahnya pun tidak sulit. Menurut ayahnya, Didit, pemberian nama tersebut merupakan manifestasi dari rasa syukurnya kepada Allah SWT.

Didit sendiri berprofesi sebagai fotografer freelance. Ia kerap mendapatkan penghasilannya yang cukup besar dari free fotografer corporate yang melayani sejumlah peruhahaan dalam kepentingan pembuatan iklan atau pun publikasi perusahan.

Meski begitu, Didit mengungkapkan bahwa dirinya urang dalam hal bersyukur pada Yang Maha Kuasa tentang penghasilannya yang sangat besar itu.

Kisahnya begitu berliku, mulai dari merasakan kejayaan dalam hidupnya. Namun sayang, pada 6 tahun silam, tepatnya pada Juni tahun 2014 dirinya mengalami stroke. Pada saat itu usia pernikahannya baru memasuki tahun kedua.

Didit merasa sangat terpukul akan hal itu, karena penyakit stroke yang ia derita membuatnya sulut untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan ketika sehat, salah satunya memegang kamera.

Ketika dalam kondisi terpuruk dengan penyakit stroke, datanglah seorang pemuda asal Bali yang menginginkan belajar privat tentang fotografi.

Untuk privat tentang fotografi, Didit mengatakan bahwa dirinya memasang harga yang cukup tinggi, yaitu Rp 30 juta diluar biaya makan dan akomodasi.

Patokan harga yang cukup tinggi itu karena mulanya ia menganggap bahwa pemuda tersebut berasal dari keluarga berada. Namun ternyata biaya yang didapatkan merupakan hasil dari menggadaikan sertifikat tanah miliki orang tuanya.

Pentingnya tentang rasa bersyukur mulai ia ketahui selama Didit berada di Bali, hal tersebut ia dapat dari melihat keseharian pemuda yang belajar fotografi padanya.

Didit bercerita, hampir setiap hari pemuda tersebut meluangkan waktu untuk menyisihkan sedikit makanannya untuk disajikan pada leluhur sebagai bentuk rasa syukurnya.

Suatu penjelasan ia dapatkan ketika dipertemukan dengan Tetua Agama Hindu di sana. Didit sempat heran dengan akhir penjelasan yang disampaikan oleh Tetua Agama Hindu yang berpesan kepadanya agar jangan murtad.

Ketika di Bali juga dia dipertemukan dengan seorang ustad lantaran mau mempelajari tentang filosofi bersyukur, dan selama proses pembelajaran tersebut berlangsung penyakit stroke yang dideritanya dapat sembuh total tanpa melakukan pengobatan.

Sampai pada Oktober 2018 sang istri mengalami kecelakaan setelah menabrak seekor anjing. Istrinya mengalami luka parah hingga tempurung kakinya pecah dan harus dioperasi.

Berbagai pengobatan pun dilakukan demi kesembuhan sang istri. Saat menempuh pengobatan tradisional, istrinya dinyatakan susah hamil karena ada syaraf yang kejepit.

Kemudian istrinya dipijat dan diterapi oleh tukang pijat tradisional tersebut agar bisa mempunyai anak. Berselang beberapa waktu sang istri akhirnya mengandung buah hati pertama mereka.

Kandungan istrinya baru diketahui ketika memasuki usia 2,5 pada saat mereka mudik ke rumah orang tuanya yang berada di Palembang. Didit dan istrinya bahkan sempat melakukan tes USG untuk membuktikan kebenaran tentang kehamilan tersebut.

Setelah cukup lama menunggu, istri Didit pun benar-benar mengandung ketika usia pernikahan mereka yang ke 7 tahun. Dan ketika kandungan sang istri berusia 6 barulah tersirat keinginan untuk menamai anaknya Rejeki Hari Ini.

Seiring berkembangnya tren memberi anak degan nama kebarat-baratan dan ke arab-arabanlah yang membuat ide menambahi Alhamdulillah muncul.

BACA JUGA: Kisah Pemilik Nama ‘Slamet Hari Natal’, Pria Muslim Asal Malang yang Viral

Hingga pada tanggal 7 September 2019 lahirlah Alhamdulillah Rejeki Hari Ini yang menambah kebahagiaan keluarga kecil Didit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,369FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,264PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan