Sabtu, 8 Agustus 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Pengantin Pria Meninggal Usai Beberapa Jam Akad Nikah, Kisah Pilu Pasangan ini...

Pengantin Pria Meninggal Usai Beberapa Jam Akad Nikah, Kisah Pilu Pasangan ini Bikin Ikut Mewek

Sosial Media, RANCAH POST – Pernikahan adalah momen yang paling membahagiakan bagi seseorang. Pada hari itu, dua sejoli akan mengikat janji suci pernikahan.

Akan tetapi kebahagiaan tersebut hanya dirasakan oleh pengantin asal Barru, Sulawesi Selatan beberapa saat saja.

Sang mempelai pengantin pria bernama Mursen meninggal dunia usai beberapa jam akad nikah karena sebelumnya ia mengalami kecelakaan.

Kisah menyedihkan wanita yang suaminya meninggal usai beberapa jam akad ini dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada beberapa waktu lalu dan menjadi viral di media sosial.

Peristiwa tersebut bermula pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Mursen menabrak truk tronton yang terparkir di pinggir sekitaran Bungoro Pangkep.

Pada saat itu ia hendak melakukan perjalanan dari Lingkungan Mangganjeng menuju tempat kerjanya di Tonasa.

Akibat kecelakaan itu, Mursen mengalami luka yang sangat parah sampai ia tidak sadarkan diri. Ia pun mesti mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Wahidin Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya ia dan kekasihnya sudah merencanakan pernikahan pada hari Sabtu (9/11/2019), yang berlokasi di Dusun Birue Desa Siawun, Kecamatam Barru.

Kemudian acara tersebut harus dipindahkan dan dilaksanakan di lokasi RS Wahidin Makassar tempatnya dirawat.

Akan tetapi, pada saat itu kondisi Mursen masih belum sadar, sehingga prosesi akad pernikahan dipindahkan ke Mushalah RS Wahidin dengan diwakili ijab kabulnya oleh sang kakak kandung bernama Sudirman.

Kepala KUA Kecamatan Barru, Muhammad Idris juga telah memberikan konfirmasi dan membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, pada 9 November 2019 memang akan dilangsungkan akan nikah Mursen dan Musliani.

Lebih lanjut, Idris juga menjelaskan usai akad nikah dilangusngkan pada pukul 11.00 siang, dan pada pukul 16.00 sore hari itu juga, pengantin pria menghembuskan napas terakhirnya.

Sontak saja kisah pil mempelai pengantin pria meninggal usai beberapa jam akad ini membuat netizen ikut sedih.

View this post on Instagram

Nasib tragis calon pengantin “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, mungkin inilah pepatah yang pas untuk menggambarkan nasib tragis yang menimpa calon penganting bernama Mursen (43). . Niat mengucapkan ikrar janji suci dengan mempersunting pujaan hatinya dihadapan keluarga dekat dan para kerabat akhirnya kandas setelah mengalami kecelakaan tragis. . Peristiwa memilukan itu terjadi pada senin dini hari sekitar Jam dua dalam perjalanan dari Lingkungan Mangganjeng menuju tempat kerjanya di Tonasa menabrak truk tronton yang terparkir dipinggir disekitaran Bungoro Pangkep. Akibat peristiwa itu ia mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di Rs. Wahidin Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. . Sementara pada Sabtu 9 November 2019 Jam 11 adalah jadwal akad nikahnya yang rencananya dilakukan di Dusun Birue Desa Siawun, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, terpaksa dipindahkan ke Rs. Wahidin Makassar. . Namun karena kondisi yang tak sadarkan diri prosesi akad nikah dipindahkan ke Mushallah Rs. Wahidin dengan diwakili Ijab Kabulnya oleh kakak kandungnya yang bernama Sudirman dan dipandu penghulu KUA Kecamatan Barru, Husni Makky. . Kepala KUA Kecamatan Barru. Muhammad Idris, yang dihubungi via telepon membenarkan peristiwa itu. “memang hari ini tanggal 9 Movember 2019 berdasarkan register pendaftaran kehendak nikah akan dilansungkan akad nikah antara Mursen dengan Musliani di Birue Desa Siawung, namun karena kondisi tak memungkinkan maka akad nikah dipindahkan ke RS. Wahidin Makassar. . Lebih lanjut Idris mengatakan setelah akad nikah jam 11 siang, pada jam 4 sore hari penganting pria telah menghembuskan napas terakhir. . Ini merupakan takdir yang telah digariskan oleh yang kuasa dan semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan kita pada petuah-petuah orang tua bahwa masa rentang antara lamaran dan hari H pernikahan adalah masa “Rapo-raponna” (masa rawan) sehingga mempelai harus mengurangi aktifitas diluar rumah. . Artike : Barru Pos.

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

ulhistieeven, “Innalilahi wainnailaihi Raji’un , Semoga ditempatkan di surga Aamiin.”

muammarhady, “Insya Allah husnul khotimah..Aamiin😇”

BACA JUGA: Ibu Meninggal 3 Jam Sebelum Akad Nikah, Pasangan Pengantin ini Ijab Qabul Disamping Jenazah

jualbibitkefir, “Innalillahiwainnailaihirojiun… 😢btw, memangnya ijab bisa diwakili ya? yg tau tolong pencerahannya dong ☺️”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,196FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,263PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan