Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Artikel & Opini»Hal Yang Sering Dilupakan dan Diabaikan Ketika Menulis Karya Ilmiah
    Artikel & Opini

    Hal Yang Sering Dilupakan dan Diabaikan Ketika Menulis Karya Ilmiah

    Asep ShendyAsep Shendy12 Agustus 20190
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Menulis Karya Ilmiah
    Ilustrasi. (IST/NATURE)

    RANCAH POST – Pada dasarnya, karya ilmiah sendiri dapat diartikan sebagai laporan tertulis, yang memaparkan hasil penelitian. Yang tentunya memenuhi etika keilmuan, serta disusun dengan sistematika penulisan tertentu.

    Karya ilmiah selas bukan hasil laporan sembarangan loh. Isi dari karya ilmiah ini haruslah dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

    Mungkin kalangan akademis, termasuk rekan kita di SLTP dan SLTA belakangan sudah akrab dengan istilah ini. Khususnya ketika menjelang kelulusan, di kelas 3 SLTA, dimana akan diminta untuk membuat laporan ilmiah, atau karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Dan hal ini masih berjalan di sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia.

    Adapun manfaat dari karya ilmiah sendiri, selian sebagai syarat kelulusan, atau mengikuti ujian dan syarat lainnya. Diantaranya ialah untuk melatih dan mengembangkan keterampilan yang efektif.

    Juga untuk melatih menggabungkan informasi dari berbagai sumber, serta mengilah data dan fakta, secara sistematis dan jelas.

    Karya ilmiah ini juga dapat bermanfaat bagi generasi mendatang, dimana ia bisa digunakan sebagai sumber acuan, atau sumber informasi dalam mengembangkan suatu penelitian tertentu.

    Umumnya, karya ilmiah ini juga haruslah menggunakan bahasa yang baku. Serta sejumlah istilah, yang cukup asing atau kurang umum digunakan. Biasnaya hanya dipakai dalam bidang tertentu saja.

    Dengan demikian, karya tulis biasanya disusun dan ditulis oleh ahli atau pakar dalam bidang tertentu, demi menggali permasalahan di bidang yang dikuasainya. Karena akan kacau jadinya, jika masalah yang dibahas tidak sesuai dengan bidang keahlian si penulis.

    Namun kadang ada beberapa hal yang juga sering dilupakan atau diabaikan dalam penulisan karya tulis. Berikut beberapa diantaranya.

    Hal yang Sering Diabaikan dalam Penulisan Karya Ilmiah

    1. Struktur Karya Ilmiah yang Tepat
    Sebenarnya, jika kita memperhatikan penulisan karya ilmiah di beberapa lembaga, misalnya lembaga pendidikan tingkat menengah. Banyak ditemukan berbagai kesalahan dalam struktur penulisan karya ilmiah.

    Hal ini kerap terjadi, karena kesalahan salah satu penulis, dalam menyalin susunan struktur karya ilmiah, yang akhirnya berimbas pada penulis generasi berikutnya.

    Adapun Struktur karya ilmiah sendiri memiliki susunan dan bentuk berbeda dari karya tulis lain. Yakni sebagai berikut :

    Bab I Pendahuluan
    1.1 Latar Belakang Masalah
    1.2 Pembatasan Masalah
    1.3 Rumusan Masalah
    1.4 Tujuan Penelitian
    1.5 Manfaat Penelitian
    Bab II Landasan Teori
    Bab III Metode Penelitian
    Bab IV Hasil dan Pembahasan
    4.1 Hasil
    4.2 Pembahasan
    Bab V Kesimpulan dan Saran
    5.1 Kesimpulan
    5.2 Saran

    Seharusnya, penulisan karya ilmiah tidak boleh melebihkan atau mengurangi struktur di atas. Namun kerap kali penulis melakukan kesalahan. Misalnya dengan mengurangi atau melebihkan satu bagian.

    Bahkan tidak jarang ada bagian yang dihilangkan, demi meringkas karya ilmiah mereka. Atau cukup memberikan porsi berlebih di satu bagian, dan mengurangi porsi bagian lainnya.

    2. Penulisan yang Sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia)
    Sering kali penulis karya ilmiah mengabaikan hal ini. Padahal sebuah karya ilmiah sangat membutuhkan penulisan yang berdasar pada satu sistem tertentu. Di Indonesia sendiri, EBI adalah salah satu sistem penulisan baku yang wajib digunakan.

    Selain sesuai dengan aturan, penggunaan penulisan yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia juga banyak manfaatnya. Misalnya, untuk menjelaskan, mendefinisikan suatu maksud, lebih baik menggunakan istilah yang tertera di EBI. Sehingga nantinya akan lebih mudah bagi pembaca untuk memahami maksud dan tujuan si penulis.

    Penggunaan EBI juga menunjukan konsistensi dan keseriusan si penulis. Serta memungkinkan si penulis, untuk tidak memboros kata dan kalimat.

    3. Kesalahan Ketik (typo)
    Kesalahan ketik mungkin terdengar sebagai suatu hal yang dapat diabaikan. Namun faktanya tidaklah demikian. Karena pada dasarnya, ada banyak hal buruk yang bisa disebabkan oleh kesalahan penulisan dalam karya ilmiah khususnya.

    Apalagi jika terjadi dalam sebuah istilah ilmiah, dimana dapat mengubah pula arti atau makna dibaliknya. Kesalahan ketik juga kadang bisa membuat hasil karya ilmiah diragukan kebenarannya.

    4. Sitasi dan Daftar Pustaka
    Bagian ini juga terkadang cukup diabaikan. Kesesuaian antara sitasi yang ada di bagian isi karya ilmiah, sering kali ditemukan tidak sesuai dengan daftar pustaka yang ada di bagian akhir karya ilmiah.

    Padahal, sitasi pada teks, yang merujuk pada daftar pustaka sangatlah besar manfaatnya. Khususnya dalam membantu pembaca, untuk melacak sumber informasi tertentu.

    Jika ditulis secara sembarangan, maka nantinya akan mengakibatkan terjadinya kerancuan, dan membingungkan si pembaca. Karya tulis juga akan terlihat kurang dapat diandalkan, dan tidak meyakinkan.

    Selain itu, penulisan daftar pustaka yang baik dan benar juga tidak kalah penting. Untuk lebih memahami mengenai cara menulis daftar pustaka dan informasi lain, Anda bisa klik di sini.

    Beberapa kesalahan umum, dan hal yang kadang dilupakan di atas tadi dalam penulisan karya ilmiah haruslah kita jadikan bahan perhatian, khususnya bagi Anda yang merupakan seorang penulis karya ilmiah.

    Agar kita dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang sesuai dengan standar, memenuhi syarat dan etika, serta berkualitas.

    Karya Ilmiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Asep Shendy
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    15 Nama Lain Hari Kiamat Yang Ditentukan dan Tertulis dalam Al-Qur’an

    20 Mei 2024

    Manfaat Belajar Bahasa Inggris dan Cara Mempelajarinya

    1 Januari 2023

    Pengalaman Mencari Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang ke Indonesia Timur, Maluku dan Papua Terpercaya!

    25 Maret 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.