RANCAH POST – Jenis barang apa saja yang tidak boleh dibawa oleh jemaah calon haji sudah disampaikan oleh petugas.

Namun, ada saja jemaah yang ‘ngeyel’ bin ‘bandel’ dengan tetap membawa barang ‘haram’ tersebut. Alhasil, petugas pun menyita barang-barang tersebut.

Adapun barang yang disita dari jemaah calon haji itu di antaranya obat kuat, jamu, rokok, hingga tisu magic. Barang tersebut disita petugas dari koper milik jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) 6 Sumenep Madura.

Jumlah barang yang disita petugas yaitu 518 sachet obat dan jamu, dan 449 bungkus rokok. Dari ke-518 sachet obat dan jamu itu, di antaranya merupakan obat kuat.

“Dari deteksi yang kami lakukan, ada 23 koper jemaah calon haji yang mencurigakan. Setelah kami periksa, isinya jamu tradisional dan rokok,” tutur Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Jamal di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Minggu (7/7/2019) kemarin.

Dalam koper itu bukan berisi pakaian, namun semuanya penuh dengan rokok, jamu, hingga tisu magic. “Kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi bahwa rokok yang boleh dibawa itu hanya 24 bungkus atau dua slof,” kata Jamal.

Adapun dikatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Muhammad Budi Hidayat, obat-obatan yang boleh dibawa dalam penerbangan internasional harus disertai dengan dokumen atau resep dari dokter.

“Kalau obat yang kami temukan dari jemaah itu tadi jumlahnya berlebihan, kami juga harus melakukan pemeriksaan apakah obat-obatan itu ada izin edarnya dari BPOM,” kata Budi.

Sementara itu salah satu pemilik koper bernama Matnawi mengatakan bahwa obat tradisional dan rokok yang disita petugas itu bukan kepunyaannya.

“Semua yang ada di dalam koper itu milik tetangga di Pulau Masalembu, dia sendiri yang memasukkannya ke dalam koper dengan dilakban dan katanya untuk saudaranya yang ada di Arab. Isinya saya tidak tahu, ternyata barang yang tidak boleh dibawa,” ucap Matnawi.

Senada disampaikan pemilik koper lainnya, Hanif, ia mengaku harus membawa barang-barang tersebut karena dititipi oleh saudaranya. “Isinya tidak tahu, saya cuma dititipi,” ujar Hanif.

Share.

Leave A Reply