Rabu, April 8, 2020

Dukung Anaknya Jadi Mualaf, Kisah Pria Non Muslim ini Mengharukan

RANCAH POST – Anak mana sih yang gak mau memiliki orang tua yang selalu mendukung setiap kegiatannya, terlebih lagi ayah yang juga memberikan dukungan materil.

Tentu hal terebut akan membuat hubungan antar ayah dan anak menjadi semakin dekat. Seperti diketahui, mendukung kegiatan yang disukai anak juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang dapat diberikan orang tua.

Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang pria bernama Lim Hun Kheng yang mendukung kegiatan ibadah puasa sang anak meski berbeda keyakinan.

Ayah dari Mohammad Firdaus Hong Abdullah ini mendukung dengan berbagai usaha supaya anaknya dapat beribadah dengan lancar dan memperdalam ilmu agamanya sebagai Muslim.

Nggak main-main, Lim bahkan selalu membangunkan anaknya tepat pukul 05.00 pagi setiap harinya untuk memastikan sang anak tidak melewatkan sahur selama Ramadan ini.

“Setiap hari tepat pukul jam 05.00 pagi, saya akan membangunkan dia untuk sahur. Meskipun kita menjalankan agama yang berbeda, saya akan memastikan dia patuh dengan ajaran Islam”, jelas Lim.

Setelah sahur, Lim juga akan mengantar sang anak yang baru berusia 12 tahun itu untuk salat Subuh sebelum mengantarnya ke sekolah.

Kemudian di siang hari, Lim akan mengantar Firdaus ke sekolah agamanya KAFA (Kelas Agama dan Fardhu Ain).

Kisah ayah dan anak dari Malaysia ini pun semakin menyentuh karena keinginan untuk memeluk Islam ternyata datang dari Firdaus sendiri.

Firdaus pun menyatakan keinginannya untuk menjadi mualaf dan memeluk Islam pada Maret 2018 lalu. Mendengar hal itu, Lim tak melarangnya tapi justru mendukungnya.

Lim pun menceritakan jika putranya yang dulu bernama Lim Ching Hong itu sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap Islam sejak masih berumur 7 tahun. Firdaus juga kerap mendapat nilai A dalam pelajaran Pendidikan Islam.

Maka dari itu, Lim dan sang istri tidak ragu dengan keputusan Firdaus untuk menjadi mualaf. Bahkan Lim juga tidak menghalangi anaknya untuk memiliki keluarga angkat dan berteman dengan mereka supaya ia dapat mempelajari Islam lebih baik.

Dan Ramadhan tahun ini menjadi tahun kedua bagi Firdaus menjalankan ibadah puasa. Menurut Firdaus, ia sangat menikmati beribadah selama bulan puasa.

Hal tersebut karena ia dapat bersenang-senang sambil menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, seperti menunaikan salat tarawih bersama teman-temannya di masjid.

Selain tarawih, Firdaus juga sangat senang ketika ia mengunjungi pasar Ramadhan bersama sang ayah setelah pulang dari KAFA. Firdaus juga paham betul jika dirinya akan melalui banyak cobaan saat menjalankan jadi umat agama Islam.

Walau begitu, Firdaus menjelaskan bahwa setelah menjadi mualaf, dirinya menemukan jawaban yang selama ini berada dalam pikirannya. Ia juga senang mendengarkan cerita Nabi Muhammad SAW. Bocah 12 tahun itu menyadari saat ia belajar Islam hal tersebut memberinya kedamaian dan ketenangan.

Puasa juga mengajarkannya arti kesabaran. Sekarang ini Firdaus masih belajar Iqra tiga dan sudah bisa menghafal bacaan-bacaan salat.

Kini setiap ada waktu luang atau setiap weekend, Firdaus akan menghabiskan waktunya bersama dengan kakek angkatnya yang berusia 63 tahun, Aziz Isa, untuk belajar lebih dalam tentang Islam.

BACA JUGA: Bagikan Takjil untuk Mahasiswanya yang Puasa, Perlakuan Dosen Non Muslim ini Tuai Pujian

Biasanya Firdaus akan belajar cara salat dari Aziz yang tinggal di Pulau Timbal, Malaysia, untuk lebih menyempurnakan pengetahuannya tentang Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

106,874FansSuka
1,768PengikutMengikuti
1,270PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan