Bertulis Huruf dan Angka, Hati Ayam ini Hebohkan Warga di Pulau Semau NTT

Bertulis Huruf dan Angka Hati Ayam ini Hebohkan Warga di Pulau Semau NTT
Bertulis Huruf dan Angka Hati Ayam ini Hebohkan Warga di Pulau Semau NTT

RANCAH POST – Warga serta jemaat Gereja Sonaf Neka, Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), baru-baru ini dihebohkan dengan adanya tulisan angka dan huruf yang terdapat hati ayam yang baru saja disembelih.

Pendeta pada GMIT Sonaf Neka Huilelot, Victor Boru mengatakan bahwa peristiwa langka itu terjadi pada Senin (11/2) kemarin, saat sedang digelar rapat bersama jemaat di gereja tersebut.

Tulisan angka dan huruf tersebut berada di hati ayam potong yang dibeli di Desa Hansisi dari seorang peternak, bernama Maria Koen.

Menurut Victor, pada Senin pagi, ia dan para jemaatnya sedang rapat untuk membicarakan tentang anggaran gereja tahun 2019 serta persiapan sebagai tuan rumah rapat tingkat Klasis Semau pada Rabu (13/2.

Saat itu, sejumlah ibu hendak menyiapkan makan siang untuk para peserta rapat sehingga mereka pun membeli dua ekor ayam pedaging.

Pada hati ayam tersebut ada tulisan angka dan huruf, dua baris. Hampir semuanya tercetak terbalik. Misalnya angka 2 tertulis terbalik menyerupai ā€˜Sā€™ atau 5.

Tulisan itu lebih mirip angka “2020” untuk baris pertama, serta “10D2E01” pada baris kedua.

Awalnya warga disana mengiira kalau itu adalah cap atau tulisan pada koran yang menempel, sehingga mereka sempat mencuci berulang kali, namun tulisannya malah lebih terang.

Warga dan jemaat pun mengaitkan tulisan tersebut dengan tahun 2020. Serta tanggal 1 Desember 2001 untuk baris kedua.

Menurut Victor, awalnya selaput tipis yang membungkus hati ayam tersebut tertutup kotoran serta sisa darah. Warga pun kemudian mengira tulisan itu hanya menempel pada luar selaput tipis itu.

BACA JUGA: Berkepala Dua dan Miliki 3 Telinga, Anak Sapi di Boyolali ini Hebohkan Warga

Akan tetapi setelah dibilas berkali-kali, tulisannya malah semakin terang. meski begitu, kata Victor, daging ayam tersebut tetap dikonsumsi oleh jemaat.

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama