Taruna ATKP Makassar Meninggal Dunia, Sempat Cerita di Kampusnya Sering Terjadi Kekerasan

0
Dianiaya Senior Taruna ATKP Makassar Meninggal Dunia Sempat Cerita di Kampusnya Sering Terjadi Kekerasan
Dianiaya Senior Taruna ATKP Makassar Meninggal Dunia Sempat Cerita di Kampusnya Sering Terjadi Kekerasan

RANCAH POST – Pemuda bernama Aldama Putra Pongkala (19) yang merupakan taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar meninggal dunia usai dianiaya seniornya, M Rusdi (22).

Sebelum meninggal dunia, taruna AKTP Makassar itu mendapat teguran dari seniornya karena tak mengenakan helm saat memasuki kampus usai izin bermalam di luar kampus.

“Korban dipanggil ke kamar senironya. Di sana, penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal terjadi,” tutur Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, Selasa (5/2/2019).

Dijelaskan Wahyu, sebelum taruna ATKP Makassar meninggal, ia disuruh melebarkan kakinya, posisi badan membungkuk dengan kepala menjadi tumpuan, dan kedua tangannya di belakang. Lalu, dada korban dipukuli oleh pelaku.

Akibat pukulan yang bersarang di dada, korban kekerasan di ATKP Makassar itu tumbang. Mendapati hal tersebut, pelaku dan rekan-rekannya panik.

Setelah diobati dengan minyak kayu putih, korban dibawa ke poliklinik dan RS Sayang Rakyat. Namun, putra dari seorang anggota TNI AU itu tak tertolong.

Adapun pelaku dalam kejadian taruna AKTP Makassar dianiaya senior, M Rusdi, sudah mendapat sanksi berupa skorsing dari pihak kampus.

Pelaku penganiayaan taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Makassar itu baru akan dikeluarkan jika sudah ada keputusan inkrah.

“MR kami skorsing untuk mempermudah penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian,” kata Dirut ATKP Makassar, Agus Susanto, Rabu (6/2/2019).

Meninggalnya Aladama Putra Pongkala jelas meninggalkan kenangan yang tak bisa dilupakan orangtua, khususnya sang ayah, Pelda Daniel Pongkala.

Terlebih, sang ayah sempat mengantarkan korban penganiayaan di ATKP Makassar itu hingga ke depan kampus.

Bahkan sebelum berpisah, korban sempat memeluk dan hormat kepada ayahnya.

“Saya antar dia sampai ke kampus, di sana dia hormat dan memeluk saya dengan erat. Saat itu saya merasa bangga melihatnya,” ujar Daniel.

Sementara itu kepada seorang sahabatnya, korban pernah menceritakan bahwa di kampusnya sering terjadi kekerasan yang dilakukan oleh senior-seniornya.

BACA JUGASiswa SMA Taruna Nusantara Tewas Bersimbah Darah

“Kalau sehari tak dipukuli itu dia katakan beruntung. Dia itu ketua angkatan, kalau temannya melakukan kesalahan, dia yang dipanggil untuk dihukum,” terang Arman, sahabat korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here