Tak Terima Ditegur karena Ketahuan Merokok, Siswa SMP di Maros Laporkan Guru ke Polisi

Tak Terima Ditegur karena Ketahuan Merokok Siswa SMP di Maros Laporkan Guru ke Polisi
Tak Terima Ditegur karena Ketahuan Merokok Siswa SMP di Maros Laporkan Guru ke Polisi

RANCAH POST – Dunia pendidikan sekarang ini bisa dibilang cukup miris. Dikatakan seperti itu karena banyak kasus memilukan yang datang dari dunia pendidikan.

Kasus-kasus itu pun kerap menjadi kontroversi dan jadi bahan perdebatan bagi banyak orang yang tidak setuju.

Bagaimana tidak, sekarang ini banyak murid yang berani terhadap gurunya. Nggak jarang mereka melakukan tindak kekerasan terhadap sang guru.

Nggak cuma itu saja, orang tua murid juga kadang melaporkan guru yang mengajar anaknya lantaran tak terima dengan apa yang dilakukan mereka terhadap putra putrinya.

Dan kini kasus seperti itu kembali terjadi. Seorang murid SMP melaporkan gurunya sendiri lantaran tidak terima ditegur karena ketahuan merokok.

Seorang siswa SMP di Maros melaporkan guru Bimbingan Konseling (BK) ke polisi karena ia ditegur saat merokok di lingkungan sekolah.

Kejadian itu diketahui terjadi di SMPN 21 Tompobulu Maros, Sulawesi Selatan yang menimpa seorang guru BK bernama Ahmad.

Sementara itu siswa yang melapor bernama Hamka, dan orang tuanya bernama Baharuddin. Menurut Baharuddin, teguran guru BK itu berujung pada dugaan penganiyaan, yang terjadi pada Sabtu malam lalu.

Saat itu sang anak dan siswa yang lainnya menginap di sekolah atas permintaan guru. Dan disaat itu pula Hamka bersama dengan delapan temannya dipergoki sedang mengisap rokok oleh guru BK yang kemudian menegur dan memarahi mereka.

Kasus siswa SMP yang melaporkan gurunya ke polisi karena ketahuan merokok di sekolah itu menjadi viral setelah diunggah oleh akun @makassar_iinfo.

Setelah ditegur, Hamka pun merasa ketakutan. Dan keesokan harinya, tepatnya hari Senin lalu, Hamka tidak masuk sekolah dengan alasan takut dimarahi dan diberikan sanksi oleh gurunya.

Setelah dibujuk oleh orang tuanya, akhirnya Hamka pun bersedia untuk masuk sekolah pada hari Selasa.

Saat tiba di sekolah, Hamka kemudian dipanggil oleh Ahmad untuk masuk ke ruangan BK. Dan menurut Baharuddin setelah dipanggil lalu masuk ke ruangan BK, anaknya dipukul perutnya. Hamka pun baru keluar ruangan setelah ia dipukul oleh Ahmad.

Saat pulang ke rumah, Hamka pun mengeluh kesakitan. Saat orang tuanya membuka baju, beberapa luka memar pun ditemukan di tubuh Hamka.

Baharuddin kemudian membawa anaknya ke Puskemas Tompobulu untuk divisum. Dan hasilnya luka Hamka muncul setelah dianiaya.

Sang ayah pun telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Tompobulu. Dia berharap, kasus penganiyaan yang dialami oleh anaknya diusut oleh kepolisian.

https://www.instagram.com/p/Bs5HuYynxk6/

Melihat hal itu, banyak yang netizen mengecam aksi siswa dan orang tua yang melaporkan oknum guru karena tidak terima ditegur ketahuan merokok.

aanandafazhh, “Org tua yg ngga tau aturan emang..anaknya jadi ikutan ngga tau aturan😅”

mohammadtaslimamansyah1, “Masih ingat jaman sekolah ku dlu,, klo kedapatan,, minta tolong ke guru jgn dilapor ke ortu,, mnding dihukum aja disekolah!😥”

BACA JUGA: Tak Terima Anaknya yang Berkata Janc*k Dijitak, Pria Ini Polisikan Guru MTs di Pasuruan

fitrilestari305, “Klo memeng muridnya rokok di tugur sangat wajar karne di lingkungan sekolah. Tapi klo negur sampe mukul ya ga bener.”

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama