Geger Perusakan Makam di Magelang, Nisan Muslim dan Nasrani Jadi Sasaran

Geger Perusakan Makam di Magelang Nisan Muslim dan Nasrani Jadi Sasaran
Geger Perusakan Makam di Magelang Nisan Muslim dan Nasrani Jadi Sasaran

RANCAH POST – Sempat terjadi sebelumnya, Polresta Magelang kembali menerima laporan terkait perusakan makam di TPU Malangan dan Kiringan.

Ada delapan nisan yang dirusak di TPU Kiringan, enam nisam makam warga Nasrani dan sisanya nisan di makam warga Muslim.

Di TPU Malangan, aksi perusakan makam di Magelang itu menimpa satu pemakaman Muslim.

“Pada Rabu (2/1/2019) malam kami menerima kembali adanya perusakan makam di dua TPU, di TPU Kiringan ada delapan nisan yang dirusak, sedangkan di TPU Malangan ada satu nisan,” terang Kapolres Kota Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Sehari sebelumnya, aksi perusakan nisan makam terjadi di TPU Giriloyo. Di sana, 1 makam Muslim dan 11 makam Nasrani jadi sasaran pengrusakan.

Untuk makam Nasrani, semua memiliki kesamaan, yaitu ada kerusakan berupa hilangnya simbol salib.

“Penyelidikan terus kami lakukan. Dengan adanya laporan tambahan, kami dapati ada kesamaan pola. Semoga pelaku perusakan kuburan itu bisa segera kami identifikasi dan tangkap,” ujar Kristanto.

Sementara itu, kasus perusakan nisan makam di Magelang langsung ditindaklanjuti oleh Pemkot Magelang dengan melakukan perbaikan.

Perbaikan perusakan makam di Magelang itu ditinjau langsung oleh Plt Sekda Kota Magelang Sumartono.

“Kalau yang langsun bisa diperbaiki kita langsung perbaiki. Tapi yang tidak bisa sekarang, semisal karena menunggu nisannya dulu, kita perbaiki nanti,” kata Sumartono, Kamis (3/1/2019).

Sumartono pun menyerahkan sepenuhnya penyelidikan perusakan makam di Magelang kepada aparat berwajib.

Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tidak bertanggung jawab yang dihembuskan untuk merusakan kondusifitas.

BACA JUGADikecam Netizen, Aksi Diduga Perusakan Pura di NTB Viral di Media Sosial

“Sepenuhnya kita serahkan ke kepolisian, masyarakat tak perlu terpancing dengan isu-isu yang bisa merusak kondusifitas kota ini,” tukas Sumartono.

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama