RANCAH POST – Kebiasaan warga turun dari motor dan menuntunnya ketika melewati rumah orang yang meninggal dunia ini viral.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk empati dan simpati terhadap keluarga yang sedang berduka. Tanpa dikomando, para pengendara motor itu langsung turun dan menuntun motornya.
Kebiasaan itu terlihat di Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
Ketika pemotor melihat keluarga Jannatun Cyntia Dewi (24), korban Lion Air JT 610 jatuh di Karawang, memasang bendera tanda ada orang meninggal, mereka langsung turun dari motor dan menuntunnya.
Rupanya, kebiasaan warga menuntun motor bila melewati rumah orang meninggal itu membuat sejumlah pihak terkejut.
Salah satunya adalah wartawan salah satu media yang sedang meliput korban Lion Air jatuh di Perairan Karawang.
“Sikap santun seperti ini sudah jarang ada,” ujar kameramen CNN, Gancar.
Adapun dikatakan salah seorang warga Desa Suruh bernama Fajar (43), kebiasaan tersebut sudah dilakukan turun temurun sejak dahulu.
“Ketika lewat depan rumah orang meninggal, warga langsung turun dan menuntun motornya. Sikap santun ini sudah sejak dulu dilakukan,” tutur Fajar, Jumat (2/11/2018).
Namun tidak di jalan protokol, kebiasaan santun tersebut sudah tidak ada lagi.
“Kalau masih di jalan desa, kebiasaan itu masih ada. Namun kalau di jalan protokol atau jalur utama, sikap itu sudah tidak ditemukan lagi,” kata Fajar.
Menurut Fajar, menuntun sepeda motor di depan rumah orang yang meninggal merupakan bentuk penghormatan terhadap keluarga dan orang yang meninggal.
“Kalau yang lain menuntun motornya dan ada yang tidak, dia jadi sungkan sendiri,” ucap Fajar.
Senada disampaikan warga Tanggulangin Sidoarjo bernama Suparman (53).
BACA JUGA: Seri Terbaru Boeing, Pesawat Lion Air Jatuh Baru 2 Bulan Mengudara
“Bila ada orang yang meninggal dunia, warga yang melintas di depan rumahnya langsung turun dari motornya. Kalau mobil, mereka memperlambat lajunya,” tukas Suparman.
