RANCAH POST – Warganet dihebohkan dengan ulah sekumpulan siswi berhijab berseragam SMA yang disebutkan berada di daerah Klaten Jawa Tengah.
Aksinya siswi SMA di Klaten itu membuat geger lantaran mereka berbicara tak senonoh sebagaimana dalam video yang diunggah akun Instagram @video.aja, Selasa (9/10/2018).
Dalam video itu, siswi SMA Klaten berbicara kotor itu mengatakan betapa kehidupan di Klaten keras.
Hanya saja, yang mereka ucapkan tidak pantas terlebih mereka mengenakan hijab. Salah satu kata yang dinilai tak pantas adalah penyebutan alat kelamin.
Belakangan diketahui bahwa para pelajar tersebut merupakan siswi SMK Muhammadiyah Delangggu Klaten. Atas kejadian itu, kepala sekolah pun menyampaikan permintaan maaf.
Menurut Nasrodin, siswa yang duduk di kelas XI itu sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi.
“Ketika kami tahu video itu beredar, kami langsung panggil mereka yang ada dalam video itu. Mereka mengaku iseng membuat video itu, tapi ujungnya fatal,” tutur Nasrodin.
Pihak sekolah juga memanggil kelima orangtua siswi SMK di Klaten ngomong jorok itu.
“Tak hanya kepada kami, mereka juga meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing. Sebelum video itu viral, mereka sebenarnya sudah kami panggil,” terang Nasrodin.
Permintaan maaf juga akan disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada sejumlah pihak termasuk di antaranya Pimpinan Cabang dan Daerah Muhammadiyah Klaten.
Sementara itu di media sosial, ulah siswi SMK Muhammadiyah Delanggu berkata kotor itu mendapat tanggapan beragam dari para netizen.
Menurut netizen, hal itu tak pantas diucapkan oleh orang yang mengenyam bangku sekolah.
lenotlewis: “@rst_andini bukan perkataan orang yg berpendidikan. Sedih sekali.”
View this post on Instagram
jokojackskia: “Kelaten keras lurr, sekolah wae sing bener kakean lambe😈😈😈😈”
BACA JUGA: Sering Foto Tanpa Busana Sejak SMP, Siswi SMA di Tulungagung Ketahuan Mesum di Ruang Karaoke
vellagushian31: “Astagfiroulohaladzim, pakai baju sekolah berhijab pula semua tp perkataan tidak mencerminkan akhlak dan penampilan, demi viral malah menjelekkan nama kotanya sendiri.”
