RANCAH POST – Salah satu produk dalam negeri yang populer di luar negeri adalah mie instan dengan merk Indomie.
Tak hanya di Serbia, di Nigeria pun beridiri Pabrik Indomie. Bahkan saking populernya mie instan tersebut, banyak warga Nigeria mengira bahwa Indomie adalah produk asli negaranya.
Bukan di kedua negara itu saja, di Australia pun demikian. Bahhkan, pemerintahnya menghabiskan dana setara Rp5 miliar untuk membeli mie instan terenak di Indonesia itu untuk para tahanan.
Sebagaimana diberitakan 9News, jumlah keseluruhan pemerintah membeli Indomie adalah 523,494 dolar Australia atau setara dengan Rp 5.616.732.061 untuk persediaan selama dua tahun.
Tak hanya membeli mie instan, pemerintah juga membeli makanan lain semisal lolipop, cokelat, dan berbagai makanan ringan lainnya.
Meski demikian, kepada 9News pengelola lapas Negara Bagian Victoria mengatakan bahwa mie instan itu tidak diberikan secara gratis, tapi diberikan sebagai reward kepada para tahanan yang bekerja.
Namun temuan ini memunculkan opini negatif. Pasalnya, uang rakyat ternyata digunakan untuk membeli junk food sebagai makanan pelengkap para tahanan.
Sementara itu, seorang koki di salah satu penjara Australia bernama Andy K punya cerita menarik soal mie buatan Indonesia itu, terutama Indomie goreng.
Di penjara, Andy mengolah mie goreng itu dengan saus kacang yang memang menjadi favorit bagi semua tahanan.
“Melihat para tahanan duduk satu meja memakan mie itu sangat menyenangkan, dan kami merasa sebagai satu keluarga. Tidak ada yang bisa membuat tahanan senang, kecuali mie itu,” ucap Andy.
Kepopuleran produk mie instan produki anak bangsa di penjara Australia seiring dengan populernya burger Indomie goreng di Australia beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Jajanan Baru, Donat Indomie Goreng yang Lagi Ngetrend di Australia, Penasaran Kaya Gimana Rasanya!
Pelopor burger mie instan itu adalah salah restoran bernama Sydney’s Guilty, demikian sebagaimana laporan Coconuts.
