Ikut Perang 10 November, Sesepuh NU KH Sholeh Qosim Wafat Saat Sujud Shalat Maghrib

Dikenal Sebagai Pejuang Kemerdekaan Sesepuh Nu Kh Sholeh Qosim Wafat Saat Sujud Shalat Maghrib
Dikenal Sebagai Pejuang Kemerdekaan Sesepuh Nu Kh Sholeh Qosim Wafat Saat Sujud Shalat Maghrib

RANCAH POST – Pengasuh Pondok Pesantren Al Ismailiyah Bahauddin Ngelom Sepanjang Sidoarjo KH Sholeh Qosim wafat, Kamis (10/5//2018) kemarin.

KH Sholeh Qosim yang merupakan pengurus mustasyar PWNU Jatim periode 2013 hingga 2018 itu meninggal dunia dalam keaddan sujud saat melaksanakan shalat magrib sekitar pukul 18.00 WIB.

Tak hanya dikenal sebagai sesepuh Nahdlatul Ulama, KH Sholeh Qosim merupakan pejuang sekaligus pelaku sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sebelum meninggal dunia, KH Sholeh Qosim sedang melakasanakan shalat dengan ditunggui salah satu anaknya, Nyai Muttholi’ah.

Namun, shalat magrib Kh Sholeh tak kunjung selesai. Setelah diperiksa, ternyata sedang sujud. Kala itu, Nyai Muttholi’ah beranggapan bahwa ayahnya memang belum selesai menunaikan shalat.

“Ditunggu tapi tidak bangun-bangun. Setelah dibangunakan, ternyata wajah beliau sudah pucat,” terang salah satu guru MTs Bahauddin yang enggan diesbutkan identitasnya, Jumat (11/5/2018).

KH Sholeh Qosim yang dikenal sebagai ulama pejuang kemerdekaan ini merupakan ayah bapak dari 8 anak dan memiliki 28 cucu.

Tahun 1943, KH Sholeh ikut mengawal ayahnya, Kyai Qosim, yang menjadi tentara Sabilillah. Semasa hidupnya, ia juga bergabung dan ikut berjuang bersama barisan Hizbullah dan Sabilillah.

Bukan itu saja, pada tanggal 10 November 1945, KH Sholeh Qosim juga ikut berperang yang pada akhirnya tanggal ini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Salah satu pihak yang berduka dengan meninggalnya KH Sholeh adalah Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Atas meninggalnya Kyai Sholeh Qosim, Gus Ipul pun menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

BACA JUGAInnalillahi, Ulama Ini Meninggal Saat Pimpin Shalat Dzuhur

Kyai Sholeh Qosim rupanya sahabat dari Ayah Gus Ipul, Ahmad Yusuf Cholil. “Kita kehilangan salah satu ulama besar,” ujar Gus Ipul.
Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama