23.6 C
Ciamis
Beranda Teknologi Google Doodle Siapa Umar Ismail, Warga Indonesia yang Muncul di Google Doodle Hari Ini?

Siapa Umar Ismail, Warga Indonesia yang Muncul di Google Doodle Hari Ini?

RANCAH POST – Google Doodle hari ini, Selasa (20/3/2018), memperlihatkan sosok pria berkacamata dengan sebuah kamera perekam dalam balutan ilustrasi vintage.

Pria tersebut, sebagaimana dihimpun, merupakan warga negara Indonesia bernama Umar Ismail.

Nama Umar Ismail bagi kebanyakan orang Indonesia mungkin terdengar asing. Namun, namanya dijadikan nama Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail di kawasan Rasuda Said Jakarta Selatan.

Di dunia perfilman tanah air, Umar merupakan sosok yang berpengaruh sehingga dijuluki sebagai Bapak Film Nasional. Semasa bergelut di dunia film Indonesia, ia sudah menggarap 30 film.

Film dengan judul ‘Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi, 1950)’ merupakan salah satu karyanya yang paling fenomenal.

Film Darah dan Doa sendiri diadaptasi dari cerpen buah tangan Sitor Situmorang yang menceritakan seorang guru bernama Sudarto yang terseret revolusi fisik perpindahan TNI dai Jogja ke Jawa Barat di tahun 1948.

Untuk mencapai raihan gemilang di dunia film Indonesia, Umar Ismail membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebelum melanjutkan pendidikan di bidang sinematografi Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat tahun 1952, Umar bersekolah di HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta.

Ketika Indonesia diduduki Jepang, Umar Ismail bergabung dengan pusat kebudayaan dan mendirikan klub Sandiwara Penggemar Maya dengan sejumlah tokoh seni lain semisal H.B. Jassin, Rosihan Anwar, El Hakim, Cornel Simanjuntak, dan yang lain.

Sejumlah organisasi ia ikuti semasa muda, seperti Badan Permusyawaratan Kebudayaan Yogyakarta (1946-1948), Akademi Teater Nasional Indonesia, Jakarta (1955-1965), Serikat Artis Sandiwara Yogyakarta (1946-1948), dan Badan Musyawarah Perfilman Nasional (BMPN).

BACA JUGA: Rayakan Hari Perempuan Internasional, Google Doodle Hadirkan Ilustrasi Penuh Makna

Semasa berkarir di industri film tanah air, Umar Ismail mendapatkan penghargaan Piala Citra. Salah satu filmnya dengan judul Djam Malam dan Tamu Agung (1955) dianugerahi film komedi terbaik. Umar meninggal dunia karena stroke pada 2 Januari 1971 pada usia 49 tahun.

Stay Connected

105,101FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,257PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan

Must Read

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here