Foto Balita Lemas dan Tertidur di Lantai Minimarket Ini Viral, Diduga Anak yang Disewakan Untuk Mengemis

Foto Balita Lemas dan Tertidur di Lantai Minimarket Ini Viral Diduga Anak yang Disewakan Untuk Mengemis
Foto Balita Lemas dan Tertidur di Lantai Minimarket Ini Viral Diduga Anak yang Disewakan Untuk Mengemis

RANCAH POST – Saat ini marak terjadi kasus dimana anak di bawah umur bahkan balita diperalat untuk mengemis. Anak-anak itu dibeli atau disewakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu potret seorang balita yang kelelahan dan tidur di minimarket membuat netizen terharu.

Anak tersebut diduga disewakan sebagai alat untuk mengemis. Seorang netizen mengungkapkan pengalamannya melihat sosok anak yang tergeletak lemas dan tertidur di minimarket tersebut.

‘Jadi aku lagi cari makan di daerah sarinah, terus aku ke alfamart, aku lihat ada bapak-bapak yang duduk di kursi lagi itungin uang receh’

‘Sedangkan anak kecilnya dilantai yang terbaring lemas. Aku sangat prihatin melihat anak-anak yang dipekerjakan oleh orang tuanya’

‘Ternyata pegawai dari alfamart bilang kalau itu anak di sewain. Kasian banget kan? Badannya tegeletak di lantai.

‘Gak tahu ini anak dikasih makan atau enggak, aku tanya sama bapaknya ini anaknya kenapa pak?

‘Bapaknya menjawab ragu-ragu iya gatau nih kenapa ibunya, ini anak bapak? Iya anak saya tapi gatau kenapa begitu dia bilang.’

‘Menurut kalian ada yang aneh gak sih? Setelah itu bapaknya nukerin uang receh hasil ngamen di daerah sarinah’

Curhatan seorang netizen ini diunggah oleh akun @ratu.gosip di Instagram. Tentu saja hal ini membuat netizen menjadi iba sekaligus geram dengan siapapun yang menyewa anak tersebut.

‘Woy bapake . Gue pengen punya anak dan lo jadiin bahan ngemis itu ga banget. . Ga punya perasaan 1’ tulis salah satu netizen.

BACA JUGA

‘Sy jg pernah nemuin ad bayi yg dibawa mengemis tp bayi trsebut tidur terus tdk tau knp…semoga yg berwenang bisa membantu anak2 yg malang ini dn menghukum pihak2 yg mengeksploitasi anak2’ tulis netizen yang lain.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama