Rabu, Desember 2, 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Bukan Romantis, Ungkapkan Cinta Lewat Meghaphone, Mahasiswa Ini Justru Dibully

Bukan Romantis, Ungkapkan Cinta Lewat Meghaphone, Mahasiswa Ini Justru Dibully

RANCAH POST – Salah satu mahasiswa di Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menimbulkan kehebohan di kampusnya karena aksi nekatnya dalam menyatakan cinta dengan memakai pengeras suara.

Mahasiswa yang diketahui bernama Arif tersebut, mengungkapkan perasaannya pada seorang mahasiswi bernama Dian di sebuah lapangan kampus.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini pun menjalankan aksi nekatnya itu di depan ratusan mahasiswa.

Tanpa adanya rasa malu, Arif mengungkapkan perasaan hatinya ini kepada Dian dengan memakai megaphone alias toa yang umumnya dipakai mahasiswa untuk berorasi di dalam demonstrasi.

Banyak mahasiswa lain yang merekam aksi Arif ini dan mengunggahnya di media sosial.

Namun sayangnya yang dilakukan oleh Arif ini justru menimbulkan gelombang bully dari para warga media sosial.

Malah, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UHO, lewat akun akun Facebooknya, ikut menyayangkan aksi Arif tersebut.

Ini dikeranakan bagi mahasiswa megaphone adalah sebuah simbol perjuangan mahasiswa demi melawan ketidakadilan.

BEM UHO ini juga mengatakan bahwa apabila ia benar-benar jantan, seharusnya Arif langsung ke orangtua Dian lalu langsung menyatakan keinginannya untuk berhubungan dengan Dian.

Ia pun mencurahkan pendapatnya lewat status di Facebooknya tersebut.

‘Kami mengerti bahwa cinta itu fitrah
Memiliki kecenderungan rasa itu anugerah
Kami paham bahwa jiwa kita haruslah terisi
Melengkapi ketidak sempurnaan manusia
Kami paham bahwa semua hal perilaku kita adalah hak setiap diri kita
Semua terserah kita
Tapi jangan begitu caramu bung!
Melukai MEGAPHONE yang selama ini jadi simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan!
Tapi jangan norak bung!
Mencederai almamater yang isi otaknya punya konsep untuk masa depan negeri ini
Tapi jangan jadi korban sinetron bung!
Merusak tataran dunia kampus
Dunia yang seharusnya menjadi hunian para akademisi
Dunia yang sepantasnya menjadi tempat para generasi kritis dan solutif
Dunia yang menjadi tempat lahir para pemimpin-pemimpin bangsa!
GENTLE itu datangi orangtuanya!
BERANI itu tinggikan maharnya!
LELAKI itu junjung tinggi kehormatannya!
MAHASISWA itu BAPER ketika lihat generasi hancur!
Mohon maaf atas perbedaan pandangan ini!’

BACA JUGA

Salam Budaya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here