Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Penyebaran Penyakit Difteri Semakin Mengkhawatirkan, Pemerintah Dinilai Lamban
    Berita Nasional

    Penyebaran Penyakit Difteri Semakin Mengkhawatirkan, Pemerintah Dinilai Lamban

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman11 Desember 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Difteri 1
    Difteri 1

    RANCAH POST – Mewabahnya penyakit difteri ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

    Dilaporkan, hingga November 2017, penyakit difteri tersebut sudah menyebar di 95 kab/kota di 20 provinsi dengan 11 provinsi di antaranya sudah masuk kategori KLB.

    Kesebelas provinsi itu yakni Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

    Dikatakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi, cara ampuh menangani penyakit itu adalah dengan melakukan imunisasi difteri.

    Maka dari itu, Oscar meminta kepada masyarakat supaya tak ragu-ragu mendatangi fasilitas kesehatan supaya memperoleh penyakit difteri.

    “Mencegahnya dengan imunisasi difteri, tak ada cara lain. Vaksinnya gratis, silahkan datang ke fasilitas kesehatan,” ucap Oscar.

    Sementara itu, Komisi IX DPR menilai pemerintah lamban dalam menuntaskan program imunisasi.

    Oleh karenanya, Komisi IX pun meminta Kementerian Kesehatan Bergerak cepat untuk menangani penyakit difteri yang masuk kategori KLB itu.

    “Pemerintah lambat menuntaskan program imunisasi, tak sedikit masyarakat menolak imunisasi dan menyebabkan difteri merebak,” tutur Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Effendi, Minggu (10/12/2017).

    Dede pun melanjutkan, Komisi IX meminta Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah Daerah melakukan langkah cepat agar penyakit difteri tidak semakin menyebar.

    Senada diutarakan anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh.

    Menurutnya, kasus penyakit difteri ternyata sudah ada sejak 2009 dan berdasarkan Permenkes disebutkan bila ada satu kasus difteri saja sudah termasuk KLB.

    “Di sini Kemenkes lamban, sudah dari 2009 dan sekarang menyebar di 20 provinsi, baru dilaksanakan kembali imunisasi serempak,” ucap Nihayatul.

    Meski demikian, pihaknya mendukung gerak cepat Kementerian Kesehatan menangani penyakit tersebut.

    BACA JUGA: 11 Provinsi di Indonesia Terkena Wabah Difteri

    Tak hanya gerak cepat, pihaknya juga meminta Kemenkes membuat kebijakan jangka panjang yang efektif dan efisien untuk mencegah difteri berkembang.

    Berita Nasional Difteri Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.