RANCAH POST – Google telah melakukan akuisis terhadar divisi smartphone HTC, dimana mereka mengambil alih 2000 insinyur HTC yang mengerjakan project Pixel.

Tak dipungkiri, tindakan Google ini sedikit mirip seperti bursa transfer dalam sepak bole.

Namun meski harus kehilangan 2000 insiyur, HTC mengaku tidak gentar, dan masih bisa memproduksi ponsel kelas premium.

MIsalnya seperti smartphone HTC U11 Plus yang saat ini sedang mereka garap. Perusahaan kenamaan China ini mengaku masih memiliki tip R&D yang mumpuni, untuk menggarap flagship mendatang tersbeut.

Bahkan bukan cuma premium di sisi spesifikasi, desain HTC U11 Plus ini akan memukau, dimana ia bakal dilengkapi dukungan layar dengan rasio 18:9, yang populer saat ini.

Ponsel ini juga menawarkan sensor pemindai sidik jari dengan prosesor Snapdragon 835 sebagai pemacu utama ponsel.

Selain itu, ponsel ini juga diprediksi bakal hadir dalam waktu dekat ini. Dan kemungkinan mengusung spesifikasi lain yang mampu bersaing dengan sejumlah flagship lain yang merupakan rival mereka di pasaran.

BACA JUGA : 

Adapun pihak HTC sendiri masih belum mau mengungkapkan berapa target penjualan untuk HTC U11 Plus tersebu. Meski mereka mengatakan bakal lebih baik dari model pendahulunya.

Saat ini mengaplikasikan layar model FullView dengan rasio 18:9 sendiri memang bukan perkara sulit.

Karena baik Samsung dan LG saat ini sudah sama-sama menawarkan layar dengan rasio tersebut kepada vendor yang berminat.

Beberapa perusahaan asal China juga sudah menawarkan teknologi desian baru ini. Misalnya seperti Huawei dengan seri Mate 10 dan Mate 10 Pro, serta Maimang 6.

Ada pula Vivo yang sudah merilis V7 Plus, X20 dan X20 Plus. Xiaomi sendiri lebih dulu tampil dengan Mi MIX andalan mereka tahun lalu.

Share.

Leave A Reply