RANCAH POST – Rekaman video Adhyaksa Dault yang hadir dalam acara HTI pada tahun 2013 silag belakangan ini menjadi perbincangan publik.
Dari video yang kemudian menyebar luas di media sosial itu, Adhyaksa Dault mendapat tudingan jika dirinya anti NKRI dan anti Pancasila.
Mendapat tudingan anti Pancasila dan anti NKRI, Adhyaksa Dault yang merupakan mantan Menpora yang sekarang menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka itu membantah tudingan tersebut.
Adhyaksa Dault pun membantah tudingan tersebut melalui sebuah klarifikasi yang ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah ke situs berbagi video YouTube.
BACA JUGA: Massa HTI dan Banser Bentrok di Makassar
“Saya ingin menyampaikan, sehubungan dengan adanya video akhir-akhir ini yang diviralkan, di mana video itu diambil tahun 2013 pada sebuah acara HTI, di mana saya hadir sebagai undangan,” ujar Adhyaksa.
“Saya tegaskan lagi, saya hadir sebagai undangan, bukan sebagai anggota, bukan juga sebagai simpatisan. Saya hanyalah undangan bersama tokoh-tokoh lainnya, dan kemudian itu diviralkan, saya dituduh anti-Pancasila,” lanjut dia.
Bantahan yang disampaikan Adhyaksa Dault itu berkaitan dengan pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo yang menuding adanya tokoh nasional NKRI, komisaris besar BUMN, mantan menteri, berteriak-teriak ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam.
Hanya saja ketika itu Mendagri Tjahjo Kumolo tidak secara gamblang menjeleaskan siapa tokoh yang dimaksud. Tjahjo hanya mengatakan bahwa informasi itu merupakan data baru yang ditemukan Menko Polhukam Wiranto.
“Masak enggak tahu? Ada lah, ada rekamannya,” ujar Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.
