RANCAH POST – Semakin tingginya biaya kuliah di PTN-BH (Peguruan Tinggi Negeri dengan Badan Hukum) sepertinya bakal terjadi.
Hal tersebut berdasar pada Menristekdikti M Nasir yang memberikan keleluasaan penuh terhadap PTN-BH untuk berkreasi melakukan penggalangan dana dari masyarakat.
Bahkan bukan itu saja, Menristekdikti M Nasir memberikan keleluasaan kepada PTN-BH untuk memberikan gaji kepada rektor hingga Rp100 juta per bulan.
Pernyataan itu disampaikan M Nasir selepas upacara Hardiknas yang dilakukan bersamaan dengan peresmian Gedung Riset di areal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (2/5/2017) kemarin.
“Mau Rp15 juta, mau Rp100 juta per bulan juga silahkan, yang penting tercapai publikasi jurnal internasional,” kata Nasir.
“Nantinya, target publikasi jurnal internasional akan ditingkat dari 1000 menjadi 1.250 hingga 1.500 judul tiap tahunnya,” tambah dia.
Dalam kesempatan itu pula, Menristekdikti menyampaikan bahwa jalannya perkuliahan tidak terbatas oleh ruang kelas, gedung, dan terbatas dalam satu negara.
Perkuliahan nantinya bisa dilakukan menjadi paperless atau juga dengan perkuliahan online. “Aturannya telah disiapkan oleh Dirjen Kelambagaan,” ujar dia.
Selain itu, dikatakan Menristekdikti, pihaknya akan menerapkan sistem penerapan ijazah nasional guna mencegah ijazah palsu.
Sistem verifikasi itu bisa dilakukan secara online sehingga perusahaan yang akan merekrut pekerja bisa memeriksa keaslian ijazah calon pekerja tersebut.
