RANCAH POST – Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi memaparkan perlakuan kasar nan rasis yang dialami dirinya beberapa waktu lalu di Bandara Changi Singapura.
Selepas shalat Jumat di Islamic Center NTB, pria yang mendapat sebutan Tuan Guru Bajang ini meminta supaya warga NTB tidak terprovokasi.
“Saya tak bisa melarang orang marah, namun marah itu jangan sampai mendorong melakukan perbuatan maksiat,” Janga kenyamanan, keamanan, dan ketenangan NTB,” kata Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Jumat (14/4).
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang menuturkan, hebatnya seseorang itu diukur dari kemampuan dirinya mengendalikan diri ketika marah, bukan menang dalam pertarungan fisik.
Kepada warga Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang pun meminta supaya mereka menggunakan akal sehat dan bisa mengendalikan diri. “Jangan terprovokasi,” kata dia.
Kepada warga, Gubernur NTB yang juga hafidz Quran itu meminta supaya bersama-sama menjaga persaudaran dan keberagaman.
“Jangan terprovokasi, jaga keutuhan. NTB Kita bangun susah payah, oleh karenanya mari kita rawat,” ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi meminta agar siapa saja atau kelompok mana saja yang merasa hebat tidak lantas merendahkan yang lain.
Kepada umat Islam yang merupakan mayoritas di NTB, ia meminta agar mayorita selalu mengayomi minoritas.
Sebelumnya, dalam postingan akun Syamsul Maarif Ab dituliskan bahwa Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengalami pelecehan dengan umpatan kasar oleh seseorang yang bernama Steven Hadisurya Sulistyo.
Makian dan umpatan kasar yang itu terjadi karena adanya salah paham saat antri di bandara. Bahkan dia sempat menghina dengan melontarkan kata bernada rasis “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko,”.
