Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Pendataan Ulama Juga Terjadi di Jakarta, Apa Tujuannya?
    Berita Nasional

    Pendataan Ulama Juga Terjadi di Jakarta, Apa Tujuannya?

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman9 Februari 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Pendataan Ulama di Jakarta
    Pendataan Ulama di Jakarta

    RANCAH POST – Usai ulama di Jawa Timur disebutkan didata oleh aparat kepolisian, pendataan ulama juga kabarnya terjadi di DKI Jakarta. Hal ini sebagaimana diutarakan KH Zulfa Mustofa, Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta.

    “Selasa, 7 Februari 2017, kantor Provinsi MUI DKI Jakarta di Kompleks Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta didatangi dua anggota Polri dari Polres Jakarta Utara. Tujuan mereka adalah mendata ulama yang ada atau berkantor di MUI Provinsi DKI Jakarta,” ujar Zulfa melalui surat elektronik.

    Disebutkannya, meski pendataan ulama ini disebutkan bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Polri dan ulama, namun sudah menciptakan keresahan di kalangan ulama itu sendiri. Hal ini tak lain karena Polri sendiri tak memiliki kapasitas untuk ulama. Lembaga yang berhak melakukan pendataan ulama adalah Kementerian Agama. Masih dikatakan Zulfa, pendataan ulama ini dinilai kurang tepat dengan memanasnya suhu politik saat ini.

    Sebelumnya, pendataan ulama terjadi di Jombang. Hal ini pun membuat resah sejumlah ulama di Kota Santri itu. Dengan kondisi seperti sekarang ini, pendataan ulama itu dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan.

    Rasa khawatir sejumlah ulama di Jombang atas pendataan yang dilakukan kepolisian itu salah satunya diungkapkan oleh pengasuh Pondok Pesantren di Dusun Tebu Ireng, Diwek, Jombang bernama KH Mohamad Irfan Yusuf yang akarab disapa Gus Irfan.

    Gus Irfan, dengan adanya pendataan tersebut, dibuat kebingungan dan bertanya-tanya. Apa yang dilakukan kepolisian, menurutnya, mirip dengan situasi ketika zaman PKI berlangsung. Gus Irfan juga menyebutkan bahwa polisi meminta data kepada ulama di Jombang itu dengan cara yang tidak etis.

    Dikatakan Gus Irfan, polisi tidak memberikan penjelasan maksud dan tujuannya. Mereka hanya datang dan meninggalkan angket atau blangko supaya diisi oleh para kyai. Cara seperti itu, dalam kondisi sekarang ini, tentu saja membuat para ulama di Jombang resah.

    Berita Nasional Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.