22 C
Ciamis
BerandaBeritaBerita NasionalServer PDSS SNMPTN Penuh dan Lemot, Operator Berkeluh Kesah di Medsos

Server PDSS SNMPTN Penuh dan Lemot, Operator Berkeluh Kesah di Medsos

RANCAH POST – Akhir-akhir ini, para operator tiap sekolah tengah disibukkan dengan penginputan data siswa ke dalam database PDSS. Namun, proses ini tidak berjalan mulus dikarenakan server pemerintah tersebut sedang kepenuhan atau overload.

Sebagaimana diketahui, PDSS adalah sistem informasi penyimpanan data nilai raport siswa dalam rangka pendaftaran SNMPTN. Pengisian PDSS ini dilakukan seluruh siswa yang hendak mengikuti SNMPTN 2017.

Pantauan Rancah Post, Minggu (5/2) sekitar pukul 19.00 WIB, saat mengakses laman pdss.snmptn.ac.id, muncul pemberitahuan, “(Server sedang penuh) Mohon maaf, server sedang penuh. Mohon menunggu.” Yang artinya, server sudah tidak bisa menghandle permintaan atas membludaknya jumlah pengunjung.

Kendati demikian, panitia pun telah memberikan pernyataan seputar lambatnya server yang diakibatkan banyaknya siswa dan operator mengakses laman secara bersamaan.

Mohon maaf akses ke laman PDSS saat ini agak melambat dikarenakan
Sudah mulai banyak siswa yg melakukan verifikasi secara bersamaan
Masih dilakukannya sinkronisasi server yg baru dipasang

Menyadari terhambatnya proses PDSS, telah memaksa pengelola menutup akses sementara verifikasi PDSS oleh siswa untuk mengoptimalkan akses bagi pengisian PDSS oleh sekolah.

Dikutip Kompasiana, server PDSS overload ini tak hanya terjadi kali ini saja. Tahun 2016 silam, salah seorang operator sekolah memposting surat terbuka kepada tim pengelola dan pemerintah terkait server overload yang menghambat proses pengisian dan finalisasi PDSS.

Sayang sekali, pemerintah tidak bisa mengantisipasi dan mempersiapkan server PDSS yang setiap tahun selalu dibanjiri pengunjung baik itu siswa maupun operator hingga menyebabkan terhambatnya proses PDSS.

Mendapati kendala server PDSS SNMPTN overload, penuh, dan lemot. Telah membuat para operator sekolah berkeluh kesah, ‘ngamuk’ dan mencurahkan perasaannya pada sebuah grup di media sosial. Tak sedikit dari mereka meluangkan lebih banyak waktu hingga begadang hanya untuk menunggu server kembali normal.

Berikut reaksi operator sekolah sebagaimana dikutip dari grup di Facebook baru-baru ini.

“Server pdss penuh. Saya justru melihat sisi lainnya.. Akhirnya saya jadi punya waktu buat keluarga, bisa jalan2, anak2 dan suami saya bisa sy urus dgn baik. Selama ngisi pdss, saya jadi seperti robot hampir sebulan terakhir ini. Keluarga g terurus, kerjaan inti yaitu ngajar jadi berantakan. Padahal ngerjain ini sangat memakan waktu, pikiran dan kuota pribadi, belum lagi emosi tingkat tinggi ketika server penuh. Pertanyaannya, apakah ini akan jadi kerja yang sia2? Insha Allah tak ada yang sia2.. Teman2 sesama operator yang baik hati akan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.. Aamiin.. Semangat trus, rekan operator.” kata Diana Thamrin.

“Numpang curhat juga,…aq malah 4 hari rumah dan kluargaq terbengkalai,,gk nyuci,gk masak,dskolah drmh hari hari fokus dg cicilan nilai….dn online pdss….hasilnya migren..mengantuk…ingin cepat melaluinya…tapi dengan hasil yang baik…obrolan sesama operator sedikit mengurangi ketegangan…BERSYUKUR…karna aq tdk sendiri.” tutur Yulie Maze.

“Samaan buibu ops….malam begadang coba lagi coba lagi siangnya malah ngantuk…gaswat jg kalo gini…nih malah baru bangun tidur rasanya enaaakk bgt bs bobo bobo ciang…pdss yg seharusnya membantu kerjaan eh malah jd menyulitkan…upload sk akreditasi dan tinggal finalisasi aja rempyongnya ngelebihin punya anak selusin…” kata Dee Lawrence.

“Pagi buka pdss server penuh, sore buka pdss server penuh malam buka server penuh trus kapan?” ucap Aris Nurharyanto.

“Ini kasus kebanyakan program geratis jadi kayak begini akibat. … OP stres semua. Server error,down, sangat nyambung sekali…!!!!!” kata Ridi M Wansyah.

Stay Connected

104,871FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,256PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan

Must Read

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here