RANCAH POST – Pasca terjadinya teror bom samarinda di Gereja Oikumene Samarinda, kabar duka datang dari salah satu keluarga korban. Intan Olivia, satu dari total empat anak yang menjadi korban dalam tindakan tak manusiawi itu akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan intensif di RSUD AW Syahranie, Senin (14/11/2016) pagi sekitar pukul 03.45 WITA.
Intan tak dapat diselamatkan lantaran bocah malang ini mengalami luka bakar yang sangat parah. Selain Intan Olivia Marbun, korban lainnya yang harus mendapat perawatan di rumah sakit itu adalah Triniti Hutahaya (4) yang secara intensif dirawat di ICU. “Korban semuanya dibawa ke RSUD AW Syahranie, semuanya mengalami luka bakar. Sat meninggal dan satu korban lainnya masih dalam perawatan,” tutur dr Febian Satrio, Humas RSUD AW Syahranie, Senin (14/11/2016).
Adapun dikatakan dr Rachim Dinata, Direktur RSUD AW Syahranie, Triniti kondisinya kritis dengan luka bakar sekitar 50 persen. Sedangkan Intan Olivia meninggal dengan luka bakar sekitar 75 persen. “Baik korban yang meninggal maupun korban lainnya, sama-sama mengalami luka bakar cukup serius. Begitu juga dengan paru-paru korban yang mengalami gangguan karena menghirup asap atau zat dalam ledakan itu,” tutur Rachim.
Untuk menangani para korban, ditambahkan Rachim, pihaknya sudah membentuk tim yang terdiri dari spesialis bedah plastik, anestesi, dokter umum, dan sepesialis anak. Bukan hanya Intan Olivia dan Triniti Hutahaya yang menjadi korban dalam ledakan bom di Samarinda, Anita Kristobel (2) dan Alvaro Aurelius (4) juga mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD IA Moise.
