RANCAH POST – Sebelumnya, Kurniasih Awaliyah alias Asih (35), Guru SMP IT Al Karim Noer menjadi korban penikaman yang dilakukan oleh muridnya sendiri berinisial AF (14). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 13 kali korban ditikam oleh siswanya itu.
Mengetahui adanya kejadian berdarah itu, pihak sekolah kemudian menolong korban dengan membawanya ke RSUD Sekayu agar mendapat pertolongan lebih intensif lantaran kondisi korban yang bersimbah darah. Pihak sekolah sendiri kemudian menghubungi orangtua pelaku dan menghubungi kepolisian.
“Peristiwa itu berlangsung cepat, usai kejadian itu kita langsung menolong korban. Korban kini kondisinya sudah membaik usai mendapat perawatan intensif,” terang Johansyah, Kepala Sekolah SMP IT Al Karim Noer Sekayu.
Lantas bagaimanakah sosok pelaku di mata sekolah? Sebagaimana diutarakan Johansyah, pelaku dikenal sebagai siswa yang bolos sekolah dan kerap membuat keributan. “Pelaku memang nakal dan kerap bolos sekolah. Perbuatannya kali ini cukup sadis,” katanya.
Adapun Irawan, orangtua pelaku penikaman Guru SMP IT Al Karim Noer menuturkan, dirinya mengetahui peristiwa itu usai pihak sekolah menghubunginya. Usai dihubungi sekolah, ia kemudian bergegas mencari keberadaan anaknya dengan maksud untuk diserahkan ke kepolisian.
“Saya ditelepon kepala sekolah, katanya anak saya menusuk guru dan minta agar anak saya diamankan. Saya kemudian mencarinya dan bertemu di Kampung VII Serasan Jaya, kemudian saya bawa ke polsek,” ungkap Irawan.
Senada, Irawan juga mengatakan bila anaknya memang nakal dan selalu berkelahi. Pihak keluarga bahkan sudah sering mendamaikan anaknya dengan korban lantaran perkelahian itu. “Lima kali sudah saya damaikan anak saya karena berkelahi, saya sudah mengajaknya berobat, tapi dia sama sekali tak berubah,” ucapnya.
Sementara itu, dari keterangan AKP Gunawan, Kapolsek Sekayu, melalui Iptu Beni Okimu, Kanit Reskrim Polsek Sekayu, pelaku diserahkan keluarga ke kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB. “Kami memperoleh informasi dari sekolah. Kita mengunjungi rumah orangtua pelaku supaya orangtuanya mencari anaknya, sampai akhirnya pelaku diantarkan langsung ke kami,” ujarnya.
