RANCAH POST – Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan memperoleh informasu dari TNI terkait adanya indikasi keberadaan mata-mata Abu Sayyaf di tanah air. Berkenaan dengan hal itu, Tito pun mengaku akan bekerja sama dengan Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI.
Pada tahun 2011-2012, mata-mata kelompok Abu Sayyaf pernah ada di Indonesia dengan menggunakan passpor palsu dan berhasil ditangkap di Manado. “Kasus ini sudah ke pengadilan dan dia dinyatakan bersalah dan di pengadilan ia dipastikan merupakan orangnya Abu Sayyaf,” ungkap Tito, Senin (26/9/2016).
Masih diterangkan Tito, mata-mata yang berhasil ditangkap itu berkomunikasi secara langsung dan mengirimkan uang kepada kelompok teroris tersebut. “Mata-mata ini asalnya dari Filipina bagian selatan,” tuturnya.
Lantas apakah kali ini ada lagi mata-mata yang berasal dari Filipina Selatan? Diutarkan Tito, pihaknya perlu melakukan pendalaman. Namun yang pasti, mata-mata itu kemungkinan ingin mengetahui pergerakan pemerintah. “Kita lihat nanti,” katanya.
Sementara itu dikatakan Al Chaidar, pengamat terorisme, kelompok yang kerap menyandera warga Indonesia dan warga asing itu memiliki jaringan yang menyebar di Asia Tenggara. Jadi sangat mungkin Abu Sayyaf ini memiliki mata-mata.
“Apalagi kelompok Santoso juga terhubung dengan kelompok itu. Jadi bisa saja mata-mata ini berasal dari jaringan terorisme yang ada di Indonesia,” ucap Al Chaidar. Al Chaidar pun mengatakan bahwa mata-mata ini harus segera ditangkap agar tidak merugikan Indonesia. “Akan mengancam warga Indonesia bila tidak ditangkap,” katanya.
