Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Tegur Siswa Terlambat Senam Pagi, Guru SDN 4 Kurun Dianiaya Oknum PNS
    Berita Nasional

    Tegur Siswa Terlambat Senam Pagi, Guru SDN 4 Kurun Dianiaya Oknum PNS

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman26 Agustus 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Guru SDN 4 Kurun Dianiaya Oknum PNS
    Guru SDN 4 Kurun Dianiaya Oknum PNS

    RANCAH POST – Kasus penganiayaan yang menimpa Dahrul, seorang Guru SMK di Makassar beberapa waktu memang menjadi sorotan media dan publik serta viral di media sosial. Kali ini kasus serupa pun kembali terjadi di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Gunung Mas.

    Ya, Kamis (25/8/2016) pagi kemarin, suasana di SDN 4 Kurun berubah riuh. Pasalnya, seorang guru bernama Kolnedi (55) mengalami sejumlah luka pada bagian wajah akibat penganiayaan yang dilakukan seorang orangtua murid berinisial YT (41) yang diketahui sebagai PNS di lingkungan Pemkab Gunung Mas. Mirisnya, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di depan para guru dan para siswa yang saat itu tengah mengikuti senam pagi sebagaimana biasanya.

    Sebagaimana dihimpun, kejadian penganiayaan Guru SDN 4 Kurun ini terjadi manakala kegiatan senam pagi dilaksanakan. Saat itu, beberapa siswa diketahui datang terlambat, termasuk anak dari pelaku pemukulan Guru SDN 4 Kurun tersebut. Selesai senam dilaksanakan, Kolnedi yang juga guru senior di sekolah itu memberikan nasihat kepada para siswa yang terlambat.

    Selang berapa lama kemudian, saat korban tengah memberikan arahan, pelaku datang dan berusaha menghajar Guru SDN 4 Kurun tersebut, namun tidak kena. Tak menyerah begitu saja, pelaku pun mendorong korban hingga terjatuh dan menyebabkannya mengalami luka pada bibir dan wajahnya.

    Tak ayal lagi, kejadian penganiayaan itu membuat kaget para murid dan guru lainnya, mereka pun berusaha melerai keduanya. Pelaku pun kemudian dilaporkan karena Guru SDN 4 Kurun itu merasa tidak terima dengan perbuatan pelaku yang telah menyebabkannya terluka.

    Berita Nasional Kasus Pemukulan Kasus Penganiayaan Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.