Kamis, November 26, 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Jual Aplikasi Snapchat Seharga 54 Juta Dolar, Mahasiswa Ini Putuskan Keliling Dunia...

Jual Aplikasi Snapchat Seharga 54 Juta Dolar, Mahasiswa Ini Putuskan Keliling Dunia Bersama Keluarga

RANCAH POST – Seorang mahasiswa berusia 26 tahun, Garret Gee telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi Snapchat yang cukup populer. Namun alih-alih berusaha mengembangkan aplikasi tersebut dan membuat perusahaan besar seperti Facebook, Gee malah memutuskan untuk menjual aplikasi buatannya itu senilai USD54 juta. Angka yang besar memang.

Dan uniknya, dari pada membuat perusahaan besar, memulai bisnis menguntungkan dan hal lainnya, Gee malah memilih untuk tetap hidup sederha dan menggunakan uangnya untuk berkeliling dunia bersama anak dan istrinya.

Gee memutuskan untuk menabungkan uangnya tersebut dan membuat komitmen bahwa ia tidak akan menyentuh tabungannya itu untuk hal tidak penting. Semua tabungan miliknya akan dia gunakan demi menjamin masa depan kedua anaknya.

Gee juga diketahui telah menjual rumah dan semua perabotan miliknya dan keluarhanya, uang hasil penjualan ini ia gunakan untuk memberikan hadiah tak terlupakan kepada anak dan istrinya, yakni sebuah tour keliling dunia dengan akomodasi dan tarif perjalanan dari uang hasil penjualan kekayaan yang ia miliki.

Kisah unik Gee ini dimulai ketika ia dan dua teman di Universitas tempatnya berkuliah memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi pemindaian mobile. Aplikasi ini berhasil mereka kembangkan setelah menempuh waktu selama 6 bulan lamanya. Inspirasi ini sendiri awalnya didapat Gee setelah ia menemukan sebuah aplikasi serupa di app store, namun dengan tampilan yang kurang bersahabat.

Selain versi premium, versi gratis dari aplikasi buatan Gee ini yang diberi nama Scan juga ternyata cukup digemari. Bahkan aplikasi tersebut mampu menyusul kepopuleran Angry Birds di 10 tangga aplikasi paling populer di App Store.

“Keputusan ini saya ambil dengan cepat dan bijak saya rasa, memilih untuk menyimpan uang tersebut, dan berinvestasi untuk masa depan. Sementara hari ini saya masih bisa hidup sederhana,” ujar Gee dengan bahasa seorang mahasiswa.

“Kami lebih memilih untuk meninggalkan apartemen dan sebagian besar barang kami, dan melakukan tur ke seluruh dunia. Berangkat dari Tonga Selandia Baru ke Australia, kemudian ke bali (Indonesia), Thailand, Vietnam dan terus menyusuri setiap wilayah tropis terkenal di dunia,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here