Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Teknologi»Google Doodle»Google Doodle Hari Ini Turut Meriahkan Hari Kartini
    Google Doodle

    Google Doodle Hari Ini Turut Meriahkan Hari Kartini

    Ade Yayat PriyatnaAde Yayat Priyatna21 April 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Hari Lahir Kartini jadi Google Doole
    Hari Lahir Kartini jadi Google Doole

    RANCAH POST – Google Doodle Hari Ini Turut Meriahkan Hari Kartini. Wanita Indonesia sudah pasti ingat bahwa hari ini adalah Hari Kartini atau hari lahir Kartini ke-137. Sosok yang dikenal sebagai RA Kartini dan menjadi simbol kehormatan wanita Indonesia, yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk dapat berjuang dan membela negara bersama kaum pria dalam satu barisan yang sama. Dan hari ini, Google Indonesia turut mengapresiasi hari lahir Kartini dengan memajang foto ibu Kartini sebagai Google Doodle hari ini.

    Yap, sosok ibu kita Kartini yang mengajarkan pentingnya emansipasi wanita, mengajarkan hak kepada wanita Indonesia. Hak untuk bahagia, hak untuk berbakti pada negara dan keluarga serta hak untuk dapat berdiri tegak menghadapi kemajuan zaman.

    RA Kartini lagir pada tanggal 21 Apil 1879 silam. Ia dilahirkan di tengah keluarga priyayi, kelas bangsawan di Jawa. Sehingga berbeda dengan kaum wanita kala itu, ia diizinkan bersekolah hingga usia 12 tahun. Selepas itu, ia harus kembali tinggal di rumah karena dianggap telah cukup umur untuk dipingit atau dinikahi.

    Nah, pengalaman bersekolah yang singkat ini rupanya tidak pernah sia-sia. Kartini dengan tekun dan rajin, serta berbekal kemahirannya dalam berbahasa Belanda tidak pernah berhenti belajar. Ia juga sering kali berkirim surat dengan temannya yang berasal dari belanda. Dengan membaca majalah, koran dan buku dari luar negeri, Kartini muda mulai sadar betapa rendahnya status sosial wanita Indonesia kala itu. Dan hal inilah yang mendorong keinginan kuat Kartini untuk memajukan perempuan Indonesia.

    Ia juga sering kali mengirimkan surat yang berisi keluhan atas apa yang terjadi dengan wanita Indonesia saat itu. Beberapa hal yang paling disoroti oleh Kartini adalah kebebasan dalam belajar yang memang sangat ia impikan. Ia berharap jika hal ini bisa membantunya mendapatkan dukungan dari luar Indonesia, untuk bisa memajukan kaum perempuan Indonesia.

    Sebenarnya, ayah Kartini sendiri merupakan sosok yang berfikiran maki. Ia mau menyekolahkan anak-anak perempuannya, meski hanya sampa usia 12 tahun saja. Namun sang ayah tetap melarang keinginan Kartini untuk melanjutkan sekolah di Belanda. Sebagai gantinya, sang ayah mengizinkan Kartini untuk melanjutkans ekolah kedokteran di Betawi.

    Namun tampaknya takdir berkehendak lain. Rencana tersebut tidak pernah terwujud, karena saat usia Kartini menginjak 24 tahun, tepatnya pada tahun 1903, ia menikah dengan seorang Bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Namun beruntungnya, karena Kartini mendapatkan suami yang baik yang mendukung keinginan dan cita-citanya dalam memajukan kaum perempuan nusantara.

    Kartini bahkan diizinkan untuk membuka sekolah wanita di sebelah pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Sang suami jugalah yang mendorong Kartini untuk membukukan surat-surat yang ditulisnya, dalam sebuah buku legendaris di Indonesia yang kita kenal saat ini dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang yang menjadi salah satu warisan berharga untuk kaum perempuan Indonesia.

    Google Doodle Hari Ini Turut Meriahkan Hari Kartini

    Sayang, ibu Kartini tidak dapat berjuang lebih lama dalam mengangkat derajat wanita Indonesia. Beliau wafat pada usia 25 tahun, pada tahun 1904 tepat setahun setelah menikah. Ibu Kartini meninggal setelah melahirkan anak pertama dan satu-satunya.

    Dan pada hari Kartini ini, Google Indonesia mengapresiasi perjuangan wanita hebat kebanggaan Indonesia tersebut dalam bentuk Google Doodle hari ini.

    Google Google Doodle Google Doodle Hari Ini Hari Kartini Internet
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Ade Yayat Priyatna
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Penulis lepas, traveler dan penyuka Komik

    Related Posts

    Google Pixel 10a Meluncur, Hadirkan Fitur Satellite SOS

    19 Februari 2026

    Google Umumkan Pixel 10a Lewat Video Teaser, Ini Bocoran Desainnya

    5 Februari 2026

    Bocoran Harga dan Jadwal Peluncuran Google Pixel 10a Mulai Terungkap

    15 Januari 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.