RANCAH POST – Penyebab banyaknya kapal maupun pesawat yang menghilang di kawasan Segitiga Bermuda hingga saat ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan oleh siapa pun. Meski demikian, sebuah pertemuan yang dilakukan para ilmuwan di Laut Skandinavia bisa menjawab misteri raibnya puluhan hingga ratusan kapal dan pesawat di kawasan yang dikenal angker tersebut.

Tak hanya kapal dan pesawat saja, terhitung sejak abad ke-19 8.127 orang menghilang di kawasan Segitiga Bermuda yang berada antara wilayah Miami, Puerto Rico, dan Bermuda tersebut.

Bertahun-tahun lamanya berbagai spekulasi bermunculan terkait fenomena yang terjadi di kawasan Segitiga Bermuda. Tak sedikit yang mengaitkannya dengan keberadaan alien, peristiwa alam, keberadaan makhluk ghaib, dan hal-hal lainnya.

Namun dibalik itu semua, seorang ilmuwan asal Rusia, Igor Yeltsov, mampu menjelaskan fenomena yang terjadi di kawasan Segitiga Bermuda itu.

Dasar laut di segitiga Bermuda, secara aktif terurai karena adanya gas metana. Penguraian ini terjadi dalam skala yang besar layaknya longsoran yang terjadi karena reaksi nuklir. Dari sana, produksi gas yang besar menyembur ke atas. Hal ini yang menyebabkan temperatur laut tiba-tiba memanas, dan kapal tenggelam di air laut yang sudah tercampur kandungan gas yang besar tersebut.

Salah satu kejadian menghebohkan yang cukup menyita perhatian publik adalah menghiangnya lima pesawat tempur milik Amerika serikat yang kala itu membawa torpedo. Kelima pesawat tersebut menghilang dari radar saat melakukan latihan tempur di kawasan Segitiga Bermuda tahun 1945 silam. Satu lagi, masih di tahun yang sama, pesawat yang mengangkut 32 orang tiba-tib raib saat melewati kawasan Segitiga Bermuda.

Share.

Leave A Reply