Senin, November 30, 2020
Beranda Berita Berita Nasional Bupati Dedi: Yang Bakar Patung Arjuna Itu Pihak Astina?

Bupati Dedi: Yang Bakar Patung Arjuna Itu Pihak Astina?

RANCAH POST – Sekali lagi, sebuah patung wayang, tepatnya patung Arjuna yang menjadi salah satu ikon kebudayaan di tahan jawa dimusnahkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dan mirisnya lagi, patung wayang Arjuna ini dibakar habis hingga hanya menyisakan bagian kakinya saja.

Masih belum diketahui siapa dan apa motif dibalik kasus pembakaran patung wayang ini. Namun yang jelas, ada dugaan jika pembakaran ini dilakukan oleh sekelompok orang yang membenci dan tidak menghargai budaya tanah jawa, yakni wayang.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi juga menyayangkan terjadinya tindak pembakaran yang dilakukan terhadap patung wayang Arjuna di Situ Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwaakarta ini. Ia mengaku heran, mengapa patung wayang yang malah jadi sasaran dari tindakan tidak terpuji ini.

Dedi juga menambahkan, bahwa saat itu, sejumlah patung wayang lain seperti atung Bima, Nakula, Sadewa dan Semar juga menjadi sasaran kelompok radikal ini. Dan meski motif sebenarnya dibalik tindakan merusak ini masih belum jelas, Dedi sangat yakin jika pelakunya memiliki kebencian terhadap tradisi dan budaya bangsa, dan tindakan ini bisa digolongkan sebagai tindakan provokasi serta penghinaan terhadap budaya Indonesia.

Bukan hanya itu, Dedi juga sempat melontarkan sedikit guyonan dengan mengatakan bahwa mungkin pelakunya adalah kelompok atau pihak Astina, yang sudah jelas dikalahkan oleh para Pandawa dalam perang baratayuda.

“Kalau patung wanita telanjang ya wajar kalau dihancurkan. Atau mungkin juga ini pelakunya adalah dari pihak astina yang kalah dalam perang baratayuda,” celetuk Kang Dedi.

Sebagaimana kita ketaahui, bahwa Arjuna, Nakula, Bima, Yudhistira, Sadewa dan Semar merupakan kelompok atau tokoh protagonis dalam lakon cerita Mahabarata. Dan merupakan kelompok yang selalu melawan ketidak adilan dan kejahatan dari para Kurawa dan Astina yang digawangi oleh Duryudana dan 99 saudaranya.

Sejauh ini, Dedi hanya berharap agar pihak kepolisian dapat dengan sigap, cepat dan tanggap dalam menangani masalah ini. Serta sesegera mungkin bisa mengungkap dan menangkap pelaku dibalik kejadian memalukan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here