Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Artikel & Opini»KETAHUILAH, Ini Pandangan Para Ulama Tentang Peringatan Maulid Nabi
    Artikel & Opini

    KETAHUILAH, Ini Pandangan Para Ulama Tentang Peringatan Maulid Nabi

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman24 Desember 20150
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Peringatan Maulid Nabi
    Peringatan Maulid Nabi

    RANCAH POST – Sebagaimana penjelasan Dr. Mustofa Yaqub, MA., imam besar Masjid Istiqlal sekaligus ahli hadits dari Indonesia, dalam ceramahnya yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi di Indonesia, peringatan Maulid Nabi bukan lah bentuk peribadatan melainkan sebuah bentuk muamalah.

    Karena peringatan Maulid Nabi tersebut termasuk muamalah, maka Muslim dipebolehkan melakukan inovasi (bid’ah) selama tidak melanggar hukum syari’at. Sama halnya dengan diperbolehkannya seseorang menggunakan komputer, mengendarai kendaraan, browsing internet, meskipun semua hal tersebut tidak ada pada masa Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi  yang mengakar bagi sebagian besar umat Muslim di Indonesia, baik di perkotaan hingga ke pelosok daerah sekalipun. Bahkan peringatan Maulid Nabi itu sendiri oleh pemerintah ditetapkan sebagai hari libur nasional.

    Polemik halal dan haramnya peringatan Maulid Nabi ini muncul setelah salah satu kelompok dalam Islam yang dikenal dengan nama Wahabi menganggap peringatan Maulid Nabi sebagai bid’ah yang sesat (dhalalah) dan mengharamkan peringatan Maulid Nabi tersebut.

    Jumhur ulama berpendapat, peringatan Maulid Nabi boleh diperingati dengan catatan tidak ada perbuatan yang melanggar norma-norma atau syari’at agama ketika melaksanakannya.

    Berikut beberapa pandangan ulama mengenai perayaan peringatan Maulid Nabi, sebagaimana dihimpun Rancah Post.

    Pendapat Jalaluddin As-Suyuthi

    Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh As-Suyuthi, peringatan Maulid Nabi merupakan bid’ah yang baik (hasanah). Dari kesimpulannya, perayaan atau peringatan Maulid Nabi yang di dalamnya berkumpul manusia untuk membaca Al-Qur’an dan bershalawat kepada nabi termasuk di dalamnya memakan hidangan yang disuguhkan termasuk bid’ah hasanah yang akan mendapat balasan berupa pahala karena peringatan Maulid Nabi ini bertujuan memperlihatkan kegembiraan dengan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW dan bentuk pengagungan terjadap nabi. Oleh karenanya, As-Suyuthi menganggap perayaan Maulid Nabi ini sunnah dan tidak harus terjadi pada masa Nabi.

    Pendapat Yusuf Qardhawi

    Menurut anggapan Yusuf Qardhawi, perayaan Maulid Nabi merupakan sesuatu hal yang baik. Ia mengemukakan alasan kenapa sahabat dulu tidak merayakan Maulid Nabi, hijrah nabi atau semua hal yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, semua peristiwa tersebut terjadi saat sahabat hidup bersama Nabi dan nabi hidup dalam hati sanubari mereka serta tidak hilang dari kesadaran para sahabat.

    Berbeda dengan sekarang, menurut Yusuf Qardhawi, saat ini kita perlu mempelajari nabi (kisah nabi). Peringatan Maulid Nabi ini bertujuan untuk mengingatkan manusia akan makna-makna di atas. Ia yakin bahwa dengan diperingatinya Maulid Nabi akan mengikat umat Muslim dengan sejarah Nabi Muhammad SAW untuk mengambil suri tauladan dan panutan darinya.

    Pendapat Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki

    Ulama terkenal asal Mekkah ini bahkan  menulis sebuah buku berkenaan dengan dibolehkannya memperingati Maulid Nabi. Dalam kitabnya yang berjudul Haulal Ihtifal bi Dzikrol Maulidin Nabawi as-Syarif, ia berpendapat:

    Saya berpendapat atas bolehnya merayakan maulid Nabi dan berkumpul untuk mendengar sejarah Nabi, membaca shalawat dan salam untuk Nabi, mendengarkan puji-pujian yang diucapan untuk beliau, memberi makan (pada yang hadir) dan menyenangkan hati umat.

    Dari beberapa fatwa atau pendapat para ulama tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa peringatan atau perayaan Maulid Nabi merupakan perkara bi’dah karena memang tidak dilakukan pada zaman nabi sendiri. Akan tetapi, peringatan Maulid Nabi termasuk dalam bid’ah hasanah (perkara baru yang baik) selagi dalam peringatan maulid itu tidak ada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran yang disyari’atkan dalam Islam. Wallahu a’lam.

    12 Rabiul Awwal Kajian Islami Maulid Nabi Nabi Muhammad SAW Peringatan Maulid Nabi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    15 Nama Lain Hari Kiamat Yang Ditentukan dan Tertulis dalam Al-Qur’an

    20 Mei 2024

    Manfaat Belajar Bahasa Inggris dan Cara Mempelajarinya

    1 Januari 2023

    Pengalaman Mencari Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang ke Indonesia Timur, Maluku dan Papua Terpercaya!

    25 Maret 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.