RANCAH POST – Siapa yang tidak senang jika mendapat hadiah, terlebih hadiah tersebut merupakan sesuatu yang sangat diperlukan. Namun apa jadinya jika hadiah ini hanya sebuah kedok penipuan untuk menjual produk-produk tertentu dan mengatasnamakan instansi tertentu.

Seperti halnya baru-baru ini beredar luas di media sosial milik Mark Zuckerberg, kembali terungkap sebuah modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan ternama di Indonesia dengan berdalih melakukan survey perilaku konsumen. Para komplotan penipu ini banyak gentayangan menyasar orang-orang awam yang ada di pelosok.

Diunggah oleh akun Facebook bernama Yolandha Destri Afiani, berawal dari lamaran kerja sebagai administrasi di daerah Sumur Panggang, namun alih-alih lowongan kerja tersebut ternyata berujung sebagai surveyor perilaku konsumen di Brebes, Jawa Tengah.

Dalam survey tersebut, mereka terjun langsung ke lapangan dengan membawa beberapa kompor gas mendatangi rumah ke rumah yang berada di pelosok dan mentargetkan para ibu-ibu. Di sela-sela survery, mereka mengajukan pertanyaan sederhana seperti pasta gigi merek apa yang dipakai, setelah korban menyebutkan salah satu merek pasta gigi maka komplotan ini  menjanjikan hadiah berupa kompor gas.

Salah satu rekan surveyor yang kemudian bisa disebut penipu ini kemudian akan memperlihatkan sebuah kompor gas yang mereka sebut-sebut bernilai Rp1,8 jutaan. Namun jangan senang dulu, karena kompos gas tersebut ternyata tidak benar-benar gratis karena harus ditebus dengan uang tunai sebesar Rp400 ribu sebagai pajak hadiah.

Netizen Yolandha Destri Afiani sendiri mengungkapkan bahwa harga kompor gas tersebut hanya Rp150.000, dengan dalih bayar pajak hadiah para komplotan penipu kompor gas ini tentu saja meraup banyak untung, terlebih dalam satu hari mereka bisa menjual kompor gas berkedok hadiah tersebut hingga 4 biji. Agar para korban percaya dan mau membayar adalah dengan cara diberi formulir palsu dan difoto.

Jika Anda mendapati komplotan tersebut, hendaknya berhati-hati dan jangan terbawa suasana mulut manis mereka yang ujung-ujungnya harus merogoh kocek untuk sebuah kompor abal-abal. WASPADA!

Share.

Leave A Reply