Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Unik»Ajaib! Divonis Tewas, Pria Asal India Ini Hidup Kembali
    Unik

    Ajaib! Divonis Tewas, Pria Asal India Ini Hidup Kembali

    Farhan AchmadFarhan Achmad13 Oktober 20150
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Pria India yang mengalami fenomena mati suri
    Pria India yang mengalami fenomena mati suri

    RANCAH POST – Seorang pria asal India dinyatakan tewas oleh dokter akibat terkena infeksi telinga dan kekurangan gizi. Namun sungguh tidak disangka, pria tersebut kembali menunjukan tanda-tanda kehidupan saat akan diautopsi.

    Pria yang berumur 45 tahun tersebut ditemukan pingsan di sebuah halte bus di Mumbai, India. Ia kemudian dievakuasi oleh polisi ke sebuah rumah sakit. Menurut seorang sumber dari Lokmanya Tilak General Hospital, pria tersebut telah dinyatakan meninggal oleh dokter pasca diperiksa denyut nadinya.

    Dikabarkan para petugas langsung membawa pria itu ke kamar mayat. Menurut prosedur yang berlaku, seharusnya mayat dibiarkan selama 2 jam di ruang perawatan untuk mengantisipasi terjadinya fenomena mati suri.

    Benar saja, ketika petugas hendak melakukan pemeriksaan post-mortem, mendadak perut pria yang divonis meninggal itu bergerak. Bahkan ia bangun ketika para petugas berlarian ke ruang perawatan untuk mencari dokter.

    Dr Suleman Merchant selaku Pimpinan rumah sakit mengatakan, kesalahan dalam membuat laporan kematian bukan merupakan yang pertama terjadi. Dalam beberapa keadaan, dokter bisa luput mendeteksi denyut nadi apabila tubuh pasien mengalami syok atau trauma.

    Menurut laman Dailymail, Dr Sulaeman katakan, “Kami telah menegur kepada dokter dan mengatakan kepadanya bahwa pada kasus itu, mayat harus dibiarkan di ruangan untuk periode pendinginan selama 2 jam,” Selasa (13/10/2015).

    Bagaimanapun, Dr Rohan selaku kepala bagian medis Roheka tetap dituntut atas kasus ini. Sementara pasien yang namanya tidak dipublikasikan tersebut, masih dirawat karena infeksi telinga dan kekurangan gizi yang dialaminya belum sembuh.

    India Unik
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Farhan Achmad
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    saya seorang yang tidak mudah putus asa

    Related Posts

    Beelzebufo, Katak Raksasa Pemangsa Dinosaurus

    22 September 2017

    Menangi Lomba ‘Cipokan’ Puluhan Jam, Pasangan Ini Dapat Hadiah Ribuan Dollar dan Cincin Berlian

    10 Juli 2017

    Bikin Ngakak, Pria Ini Ceraikan Istri Lantaran Pantatnya Hitam

    6 Juli 2017
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.