Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Sport»Berita Sepak Bola»Korupsi PSSI, Komunitas Suporter Lapor ke KPK
    Berita Sepak Bola

    Korupsi PSSI, Komunitas Suporter Lapor ke KPK

    Rian FebriansyahRian Febriansyah8 Juni 20150
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Korupsi PSSI
    Korupsi PSSI

    RANCAH POST – Suporter sepak bola yang mengatasnamakan Komunitas Suporter Antikorupsi disingkat ‘Korupssi’ melaporkan PSSI ke KPK, Senin (8/6/2015). Komunitas suporter tersebut menduga adanya korupsi PSSI di tubuh federasi sepakbola tanah air tersebut.

    Sejumlah suporter ini melaporkan sejumlah dugaan penyalahgunaan dana senilai Rp 24 miliar yang dilakukan sejumlah pengurus PSSI dalam kurun waktu 2010-2013. Untuk mendukung laporannya, Korupssi melampiri dengan sejumlah dokumen audit BPK, dokumen kerja sama antara PSSI dengan rekanan, serta penjualan tiket yang diserahkan langsung ke KPK.

    Koordinator Korupssi, Parto menyebutkan, Kemenpora pernah memberikan dana untuk PSSI pada tahun 2010 bagi Timnas yang berlaga di AFF senilai Rp 20 miliar. Namun, atas audit BPK, terdapat sejumlah penyelewengan dalam pengelolaan dan penggunaan kucuran dana tersebut.

    “Beberapa penyimpangan itu yakni bantuan senilai sekitar Rp 414 juta dari Kempora dipertanggungjawabkan oleh PSSI tak sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati, dan pajak penghasilan kurang setor senilai Rp 167 juta,” papar Parto di Kantor KPK, Jakarta, Senin (8/6/2015).

    Pengurus PSSI, sebut Parto, juga disangka menyalahgunakan dana senilai Rp 439 juta yang diberikan Kemenpora untuk pemusatan latihan Asian Youth Games Timnas U-14 pada tahun 2013 lalu.

    Parto menduga sudah terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pengurus PSSI dengan menjual kegiatan yang pernah dilakukan dan tak sesuai dengan proses dalam UU Keuangan Negara. Hal itu lantaran, hasil Audit BPK memperlihatkan, dana tersebut dikucurkan usai kegiatan selesai dilakukan.

    “Pencairan dana tanggal 29 Juli, namun kegiatan pemusatan latihan telah dilakukan pada 3 Juni, 3 Juli, dan 7 sampai 9 Juli 2013 di Depok, dan 4 sampai 6 Juli di Kuningan,” terangnya.

    Bukan hanya sekedar itu, PSSI juga belum mempertanggungjawabkan bantuan hibah Kemenpora senilai Rp 3,5 miliar untuk KLB PSSI pada 2013 lalu. Hal itu diketahui kala sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP).

    “Dalam 3 kasus hasil audit BPK dan keterangan dalam sidang sengketa informasi di KIP itu kami menilai terdapat potensi kerugian negara yang ditimbulkan sebab penyalahgunaan wewenang pengurus PSSI,” imbuhnya.

    Menurut Parto sangkaan penyelewangan di PSSI sebab federasi sepakbola itu begitu tertutup dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang diterima dari APBN, hak siar pertandingan serta sponsor. Padahal, PSSI merupakan badan publik.

    “Bahkan PN Jakarta Pusat pada 8 Desember 2014 mengungkapkan PSSI wajib membuka laporan keuangan mengenai kontrak PSSI dengan stasiun TV terkait hak siar, pengelolaan dana hak siar, kerja sama sponsorship, rincian laporan keuangan dan hasil audit keuangan, serta rincian laporan keuangan penyelenggaraan Kongres PSSI,” paparnya.

    Disamping melaporkan sangkaan korupsi, komunitas suporter ini juga meminta supaya KPK untuk buat supervisi atas kasus sangkaan korupsi dana hibah yang diduga dilakukan pejabat Kadin Jawa Timur untuk klub Persebaya pada 2010 lalu. Tidak hanya itu, Parto mengungkapkan, pihaknya mendukung KPK untuk secepatnya menyelesaikan kasus korupsi RS Pendidikan di UNAIR (Universitas Airlangga).

    “Dua kasus ini diduga melibatkan elite PSSI. Kami yakin dalam konteks Indonesia, KPK dapat bekerja seperti FBI menyelamatkan sepakbola dunia,” pungkas Parto.

    Kemenpora Sepakbola
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Rian Febriansyah
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Bola freak, forever at bolapop.com

    Related Posts

    Aplikasi Streaming Bola Gratis di Android dan iOS

    22 November 2019

    FINAL CISONTROL CUP 2018: Dusun Jetak Juara Usai Taklukan Sang Juara Bertahan Kertajaga

    16 Agustus 2018

    CISONTROL CUP 2018: Mandalagiri Rebut Juara Tiga Usai Taklukan Kubang 2-0

    15 Agustus 2018
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.