Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Internasional»Pasca Eksekusi Bali Nine, Dosen Larang Mahasiswa Indonesia Masuk Kelas di Australia
    Berita Internasional

    Pasca Eksekusi Bali Nine, Dosen Larang Mahasiswa Indonesia Masuk Kelas di Australia

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa1 Mei 20150
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Protes dosen Australia Dr Julian Oldmeadow ats eksekusi Bali Nine
    Protes dosen Australia Dr Julian Oldmeadow ats eksekusi Bali Nine

    RANCAH POST – Pasca eksekusi mati duo Bali Nine telah dilaksanakan, sejumlah media Australia memberitakan insiden yang terjadi di Univesitas Swinburne, Melbourne. Seorang dosen psikologi universitas tersebut sempat melarang mahasiswa Indonesia untuk masuk ke kelasnya.

    Menurut laman Daily Mail Australia, Radio 3AW dan 9 News, kejadian ini berlangsung pada Rabu (29/04/2015) siang, beberapa jam pasca duo Bali Nine itu menjalani eksekusi mati.

    Dr Julian Oldmeadow (Dosen psikologi Universitan Swinburne) telah meminta salah kepada mahasiswa Indonesia untuk tidak masuk ke kelasnya pada hari itu. Ketika laman media ABC meminta konfirmasi atas hal ini, pihak universitas hanya mengutip pernyataan dari Dr Oldmeadow.

    Dr Oldmeadow katakan, “Di awal kelas, kemarin (hari Rabu), saya mengungkapkan keberatan atas eksekusi yang dilakukan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukurmaran di Indonesia pada dini hari. Saya ingin mencurahkan duka, kemarahan, kesedihan, sebagai seorang warga negara Australia.”

    Oldmeadow tambahkan, “Saya melakukannya dengan mengungkapkan rasa keberatan saya di kelas, dan mengatakan bahwa saya akan meminta mahasiswa Indonesia untuk tidak menghadiri kelas saya saat itu.”

    Dr Oldmeadow mengaku kejadian tersebut ia lakukan berdasarkan alasan politik, bukan rasialisme.

    Salah seorang mahasiswa yang tidak diperkenankan masuk kelas dosen tersebut adalah Jennifer Stargatt. Ia juga mengungkapkan sebuah pernyataan kepada Radio 3AW. Jennifer katakan, “Saya terkejut. Saya muak, sangat merasa tidak nyaman. Saya merasa bahwa kejadian ini sangat mengerikan dan apa jadinya jika ada mahasiswa Indonesia di kelasnya tersebut.”

    Sementara pihak Swinburne University sendiri telah mengkonfirmasi insiden ini. Melalui pernyataan kepada laman media ABC, seorang jubir Universitas Swinburne katakan, “Universitas mendengarkan semua keluhan siswa secara serius dan kami resmi akan melakukan penyelidikan terkait masalah ini. Swinburne University menyambut semua mahasiswanya, harus dihormati dan didukung dalam kegiatan pendidikan mereka.”

    Namun belakangan ini, Dr Oldmeadow telah meminta maaf atas kejadian ini. Oldmeadow katakan, “Saya resmi meminta maaf karena telah meminta mahasiswa Indonesia tidak datang ke kelas saya. Kami hanya berbagi kesedihan dan kesakitan dengan mahasiswa Indonesia, yang juga malu atas (tindakan) pemerintahnya.”

    Seperti diketahui, duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah dieksekusi mati bersama 6 terpidana mati Narkoba lainnya pada Rabu (29/04/2015) dinihari.

    Australia Bali Nine Eksekusi Mati Internasional Mahasiswa Indonesia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Heboh Fenomena ‘Hujan Cacing’ di China, Faktanya?

    14 Maret 2023

    Momen Menyentuh Lionel Messi Cium Trofi Piala Dunia Untuk Pertama Kalinya

    19 Desember 2022

    Tragedi Halloween di Itaewon, Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang

    31 Oktober 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.