Terdakwa Korupsi Ini Bikin Hakim Tipikor Marah-Marah

Terdakwa kasus korupsi bus Transjakarta Udar Pristono
Terdakwa kasus korupsi bus Transjakarta Udar Pristono

RANCAH POST – Terdakwa kasus korupsi pengadaan bus transjakarta, Udar Pristono, ditegur Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta selatan. Dikarenakan, dia serta pengacaranya tidak menyiapkan segera hard copy nota keberatan.

Hakim Artha selaku pimpinan hakim sidang Udar katakan, “Lain kali kooperatif biar lancar sidangnya. Apa yang menjadi kesulitan saudara, sampaikan di persidangan. Maju saja dengan jantan. Kalau kayak gini, kami jadi naik emosi duluan,” Senin (20/4/2015).

Udar memebeberkan bahwa hard copy eksepsinya memang telah dibawa menuju PN Tipikor Jakarta. Mantan Kadishub DKI Jakarta itu kemudian meminta waktu 1 jam kepada majelis hakim agar sidang diskors 1 jam untuk menunggu hard copy sampai eksepsi tiba di PN Tipikor Jakarta.

Udar katakan, “Mohon maaf Yang Mulia, bahannya masih ada di penasihat hukum saya. Namun tadi sudah saya telepon, katanya masih di jalan sudah di Casablanca.”

Hakim Artha pun menegur Udar dan penasihat hukum supaya kejadian seperti ini tidak lagi terulang pada persidangan selanjutnya. Hakim Artha akhirnya menskors sidang selama 1 jam.

Hakim Artha tegaskan, “Hanya kali ini saja. Sidang diskors 1 jam paling lambat sampai pukul 11.30 WIB.”

Sebelumnya, Udar juga ditegur hakim karena terlambat 30 menit untuk datang ke tempat persidangan. Sedianya sidang digelar pukul 10.00 WIB. Namun, ia baru hadir di ruang sidang pukul 10.30 WIB.

Dalam kasus korupsi pengadaan bus transjakarta udar mendapat dakwaan, diduga secara bersama-sama melakukan korupsi anggaran pengadaan Transjakarta. Meski pengadaan bus tersebut tidak memenuhi spesifikasi teknis, Pristono tetap menyetujui transaksi itu. Pristono merugikan negara sebesar Rp63,9 Miliar.

Dakwaan kedua, ia diduga menerima gratifikasi terkait lelang pengadaan pekerjaan perbaikan koridor busway tahun 2012.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama