RANCAH POSTBatu akik Mamuju kini menjadi buruan baru pecinta batu mulia. Imbasnya, sepanjang Jalan Trans Sulawesi di wilayah Desa Takandeang, Kecamatan Tappalang, Mamuju, Sulawesi Barat, kini beralihfungsi. Lapak-lapak buah yang tadinya berjejer di sepanjang jalan tersebut kini menjadi lapak-lapak penjual batu akik beragam motif.

Demam batu akik Mamuju ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang banting setir yang tadinya penjual buah-buahan kini menjadi bandar batu akik, karena lebih menguntungkan.

Menurut Iva, salah satu pemilik lapak. Dia beralih dari pedagang buah menjadi bandar batu akin karena bisnis buah membutuhkan modal yang cukup besar dan jarang pembeli. Sementara bisnis batu-batuan bisa ia lakukan meski tanpa modal sekalipun. Hanya dengan usaha keras mencari batu-batuan cantik di sungai atau gunung, warga sudah bisa menjadi bandar batu.

Iva katakan, “Tadinya saya dagang buah, namun kurang laris. Saya beralih menjadi pedagang batu-batuan. Modalnya cukup tenaga untuk mencari batu. Hasilnya lumayan, bisa dapat keuntungan hingga ratusan ribu/hari .”

Para penjual batu akik di kawasan ini membanderol batu mulia tersebut di kisaran Rp5.000 – Rp 100.000 lebih. Tergantung ukuran dan motifnya.

Warga memanfaatkan pinggiran jalur lintas 4 provinsi di Pulau Sulawesi ini sebagai lapak atau pasar. Sering kali, pemakai kendaraan yang menempuh perjalanan dari Kendari atau Palu menuju Makassar atau pun sebaliknya kerap melepas penat mereka di daerah tersebut.

Selain batu akik yang harganya murah, beberapa penjual batu akik juga ada yang menawarkan sejumlah batu langka yang tersohor di Mamuju, seperti batu bercorak melati dan motif peta Sulawesi. Namun yang paling banyak dicari pecinta batu mulia di daerah ini adalah batu akik Mamuju bermotif punggung kura-kura dengan ragam warna.

Share.

2 Komentar

Leave A Reply