Selasa, November 24, 2020
Beranda Berita Berita Nasional Kenaikan BBM, Ramadhan Pohan Sebut PDI-P Kena Hukum Karma

Kenaikan BBM, Ramadhan Pohan Sebut PDI-P Kena Hukum Karma

RANCAH POST – Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengaku bingung dengan sikap presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK yang ingin Presiden SBY menaikkan harga BBM bersubsidi. Itu dikarenakan kata ia PDI Perjuangan dulunya justru menjadi partai paling anti menolak kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah.

“Kalau kata orang Myanmar, Buddha, orang itu harus ingat karma. Nah, parpol juga gitu. Dulu saat oposisi, mereka asal njeplak (menolak kenaikan BBM), jadinya ini mereka jiper sama tuntutan rakyat,” kata Ramadhan, Rabu (27/8/2014) siang.

Ramadhan mengatakan, Presiden SBY saat itu menaikkan harga BBM tak lain karena didasari oleh kepentingan masyarakat. Keputusan itu diambil bukan atas kehendak partai atau pihak luar yang mendukung ataupun menentang.

“SBY nggak pernah naikkan atau turunkan harga BBM karena tekanan politik parpol. Kebijakan Pak SBY solid dan konsisten untuk rakyat. Sekarang pun begitu. SBY, mau naikkan atau turunkan atau status quo harga BBM, itu juga bukan karena PDI-P. Ukuran Pak SBY itu hanya rakyat dan kepentingan nasional, bukan pencitraan,” ujarnya.

“Belum berkuasa, eh kini sudah mulai enggak pede. Makanya, ngono yo ngono, ning ojo ngono. Santun ajalah,” tambah Ramadhan.

SBY dan Jokowi akan melakukan pertemuan di Bali pada hari ini untuk membahas masalah transisi pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengaku akan membahas masalah BBM bersubsidi.

Sejumlah kalangan meminta agar Presiden segera mengatasi krisis BBM dengan menaikkan harga BBM.

PT Pertamina mengumumkan, setelah mendapat arahan dari pemerintah, mereka menormalkan pasokan BBM ke masyarakat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di sejumlah daerah.

Akan tetapi, langkah ini tidak menghilangkan ancaman krisis BBM karena alokasi kuota BBM bersubsidi yang mencapai 46 juta kiloliter akan segera habis apabila tidak ada langkah strategis.

PDI-P sempat menentang ketika pemerintah hendak menaikkan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan BBM bersubsidi sebesar Rp 6.500 untuk jenis premium dan Rp 5.500 untuk solar per liter pada 22 Juni 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here