Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Internasional»Terpidana Mati Joseph Wood Dibiarkan Sekarat Selama Dua Jam di Arizona
    Berita Internasional

    Terpidana Mati Joseph Wood Dibiarkan Sekarat Selama Dua Jam di Arizona

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa24 Juli 20140
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Joseph Wood
    Joseph Wood

    RANCAH POST – Salah Seorang yang mendapat hukuman mati di Amerika Serikat bernama Joseph Wood akhirnya meninggal setelah dieksekusi mati yang membuatnya sekarat selama dua jam.

    Joseph Wood, nama sang terpidana, dieksekusi menggunakan metode suntik mati. Sebelumnya, Wood terbukti bersalah membunuh dua orang.

    Pengacara Wood mengajukan permohonan untuk menunda eksekusi darurat setelah kliennya tersebut tampak kesulitan bernafas selama lebih dari satu jam di kamar eksekusi.

    Dia mengatakan bahwa pembiaran yang dilakukan selama eksekusi berlangsung merupakan pelanggaran atas hak narapidana untuk mati tanpa kekejaman.

    Wood terbukti bersalah karena membunuh kekasih dan ayahnya.

    Eksekusi seharusnya berlangsung hanya sepuluh menit, tetapi Wood, terengah-engah lebih dari 600 kali sebelum dia meninggal.

    Gubernur Negara Bagian Arizona, Jan Brewer, mengatakan dia telah meminta pemeriksaan penuh terhadap kasus ini, walau mengatakan bahwa Wood tidak “tewas dengan cara yang mengerikan.”

    Brewer mengatakan, “Saksi mata dan petugas medis menilai dia tidak menderita. Ini adalah perbedaan yang tajam jika dibandingkan dengan kekejaman yang dia lakukan terhadap dua korbannya.”

    Wood dinyatakan bersalah pada 1989 atas pembunuhan kekasihnya, Debra Dietz, dan ayah kekasihnya, Eugene Dietz.

    Keluarga korban tidak merasa iba dengan proses eksekusi ini.

    “Orang ini melakukan pembunuhan keji dan kalian khawatir soal obat suntik mati,” kata Richard Brown. “Mengapa mereka tidak memberinya hukum tembak saja?”

    Amerika Serikat Hukuman Mati Internasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Heboh Fenomena ‘Hujan Cacing’ di China, Faktanya?

    14 Maret 2023

    Momen Menyentuh Lionel Messi Cium Trofi Piala Dunia Untuk Pertama Kalinya

    19 Desember 2022

    Tragedi Halloween di Itaewon, Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang

    31 Oktober 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.