Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Internasional»Shandra Woworuntu: Berawal Dari Budak, Kini Jadi Pahlawan
    Berita Internasional

    Shandra Woworuntu: Berawal Dari Budak, Kini Jadi Pahlawan

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa4 Februari 20140
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    shandra woworuntu
    shandra woworuntu

    RANCAH POST – Suara bergetar Terdengar dari Shandra Woworuntu yang membicarakan pengalamannya kepada VOA mengenai kisah kelam yang dialaminya ketika menjadi korban sindikat perdagangan manusia di New York pada 2001.

    “Tidak ada satu orang pun yang ingin terjebak. Tidak ada seorang manusia pun ingin mengalami hal ini, tetapi itu di luar daya upaya kita,” ujarnya dalam wawancara melalui telepon, Minggu (2/2/2014).

    Shandra mengatakan, ia tertarik mengadu nasib ke Amerika setelah melihat iklan pekerjaan di beberapa media Indonesia. Ketika itu, ia sedang menganggur setelah diberhentikan dari pekerjaannya sebagai analis keuangan di sebuah bank akibat krisis moneter yang melilit Indonesia pada pertengahan 1998.

    Berbekal iklan yang sama dari surat kabar Kompas dan Pos Kota, Shandra menghubungi sebuah agen di daerah Tebet, Jakarta Selatan, yang menurutnya memiliki hubungan dengan agen perjalanan Vayatour, dan kemudian mengurus keberangkatannya.

    Ia membayar Rp 30 juta rupiah untuk seluruh biaya administratif dan tiket perjalanan, di luar visa yang harus diurusnya sendiri di Kedutaan Besar AS di Jakarta.

    “Agensi ini menawarkan pekerjaan di Amerika, Jepang, dan beberapa negara lain. Saya coba telepon dan setelah melalui sekian banyak tes dan interview, saya diminta membayar Rp 30 juta. Katanya, biaya itu untuk administrasi, tiket, dan lain-lain. Saya senang sekali karena kalau Rp 30 juta sudah termasuk tiket berarti tidak terlalu mahal kan?” ujarnya.

    Dengan membawa dokumen-dokumen resmi tentang calon tempat kerjanya, sebuah hotel di Chicago, Shandra memperoleh visa dan kemudian berangkat ke Amerika Serikat.

    “Saya senang sekali karena berhasil meraih mimpi untuk mendapat uang di Amerika dan kembali ke Indonesia dalam enam bulan untuk ketemu anak saya lagi,” ujar ibu dua anak itu.

    Namun, keadaan ternyata tidak semulus yang dibayangkan, ujarnya. Agensi yang menjemputnya di Bandar Udara John F Kennedy di New York buru-buru mengatakan, mereka tidak bisa langsung berangkat ke Chicago karena sudah malam sehingga harus menginap.

    “Di situlah saya dipindahtangankan, dari satu tempat ke tempat lain. Saya tidak bekerja di hotel, tetapi justru disekap, dari satu orang ke orang lain. Ganti-ganti tangan. Saya harus melakukan pekerjaan yang tidak diinginkan. Tidak seperti yang dibayangkan dalam perjanjian. Saya. dipindah-pindah beberapa kali,” ujarnya.

    Manhattan, Chinatown, Queens, Brooklyn, Bay Side, New London, dan Foxwoods adalah beberapa tempat di kota New York yang diingat Shandra menjadi lokasi operasi sindikat perdagangan manusia tersebut.

    Shandra mencatatnya dengan lengkap dalam sebuah buku harian, yang kelak sangat membantu aparat berwenang di Amerika untuk menggulung komplotan itu.

    Shandra, yang tiba di New York pada awal Juni 2001, akhirnya berhasil melarikan diri dengan melompat dari jendela sebuah kamar mandi hotel pada awal musim dingin tahun yang sama.

    Ia menghubungi nomor telepon yang diperolehnya dari seorang perempuan cantik yang dikenalnya dalam lingkungan sindikat itu, yang secara tak terduga justru menjerumuskannya pada sindikat perdagangan lain.

    Ironisnya, pimpinan sindikat berikutnya ini justru warga Indonesia sendiri.

    “Ini memang jaringan. Yang penghabisan, atau kelima ini adalah warga Indonesia. Singkat cerita ia mau menjual atau ‘pakai’ saya dalam kaitan yang tidak bagus, jadi saya kemudian kabur lagi,” ujarnya.

    “Saya ke polisi, tetapi polisi tidak mau bantu. Saya juga ke Konsulat (KJRI New York), tetapi juga mereka tidak bantu. Saya betul-betul tidak punya tempat tinggal dan uang untuk hidup. Saya terpaksa tinggal di dalam subway (stasiun kereta api bawah tanah) dan di taman-taman hingga suatu saat ada yang menolong. FBI akhirnya turun tangan. Mereka kontak polisi dan kasus saya ditangani.”

    Internasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Heboh Fenomena ‘Hujan Cacing’ di China, Faktanya?

    14 Maret 2023

    Momen Menyentuh Lionel Messi Cium Trofi Piala Dunia Untuk Pertama Kalinya

    19 Desember 2022

    Tragedi Halloween di Itaewon, Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang

    31 Oktober 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.