Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»DPR Ngotot Ingin Putus HUbungan Diplomatik dengan Australia
    Berita Nasional

    DPR Ngotot Ingin Putus HUbungan Diplomatik dengan Australia

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa19 November 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    DPR
    DPR

    RANCAH POST – Australia tetap menolak minta maaf atas dugaan penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara. Perdana Menteri Australia Tony Abbott berdalih hubungan kedua negara tetap dekat.

    Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan menyarankan pemerintah untuk memutus hubungan persahabatan dengan Australia.

    “Presiden itu simbol negara, soal keluar rasa nasionalisme kita satu bahasa. Maka kalau Australia tidak mau minta maaf saya kira tak usah bersahabat dengan negara Australia,” jelas Ramadhan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

    Namun, dia meminta semua pihak tidak emosional. Ramadhan berharap publik menunggu penjelasan dari Dubes RI untuk Australia yang sudah ditarik dari negeri Kanguru tersebut.

    Bagi dia, penarikan Dubes RI untuk Australia saat ini merupakan teguran keras Indonesia terhadap Australia. “Penarikan Dubes itu keras sekali,” imbuhnya.

    Ramadhan juga khawatir, kasus ini tidak hanya terjadi kepada Presiden, namun merembet ke penyadapan terhadap pimpinan lembaga tinggi lainnya.

    “Bisa jadi Ketua DPR juga disadap, tak terbatas dengan Kepala Tinggi Negara yang lain, seperti MK, KPK, dan lain sebagainya,” paparnya.

    Australia DPR Hubungan Diplomatik Nasional sby
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.