22 C
Ciamis
BerandaBeritaBerita NasionalRealisasi Pengajuan Tambahan Kuota Gas 3 Kg Belum Jelas

Realisasi Pengajuan Tambahan Kuota Gas 3 Kg Belum Jelas

RANCAH POST – Dinas PUP ESDM DIY memilih untuk tidak mempertanyakan realisasi pengajuan tambahan kuota gas tiga kilogram (kg) yang diajukan kabupaten dan kota ke pemerintah pusat awal tahun lalu. Hal tersebut mempertimbangkan belum adanya kejelasan tambahan kuota dialami oleh semua daerah secara nasional dan tidak hanya terjadi di DIY.

Kepala Dinas PUP ESDM DIY Rani Sjamsinarsi menyebutkan, hingga kemarin belum ada kejelasan apakah pengajuan tambahan yang dikirimkan kabupaten dan kota akan mendapatkan respons positif atau tidak.

“Sampai saat ini memang tidak ada kabarnya. Diterima atau tidak tidak ada kabarnya,” ujarnya, Kamis (16/5/2013).

Sementara mengikuti wacana kenaikan harga gas isi 12 kg, banyak warga yang mengalihkan konsumsi gas untuk kebutuhan rumah tangga ke tabung isi tiga kg. Hal tersebut mempertimbangkan disparitas harga yang cukup lumayan antara tabung isi 12 dan tiga kilogram.

Kendati tidak dapat menghalang-halangi Rani mengaku hanya mengimbau agar masyarakat menyadari gas isi tiga kg merupakan produk untuk masyarakat yang berhak tersubsidi. Dengan demikian, diharapkannya masyarakat mampu untuk tidak beralih dengan mengonsumsi gas isi tiga kg.

Kabupaten dan kota di Yogyakarta mengajukan penambahan kuota gas isi tiga kilogram sebanyak 17 persen ke pemerintah pusat pada awal tahun lalu. Berdasarkan catatan, konsumsi gas tiga kg di DIY rata-rata hariannya mencapai 64 ribu tabung.

Terpisah Kepala Seksi Migas Bidang ESDM M Yunan Fatkhurozi mengatakan, meski belum ada penambahan kuota distribusi gas isi tiga kg tidak mengalami kendala berarti. “Kalau kelangkaan artinya sampai tidak ada sama sekali tidak terjadi,” tandasnya.

Dari pemantauan yang dilakukan, ketidakstabilan stok di masyarakat terjadi jika ada libur nasional yang mempengaruhi proses distribusi. Sementara kebijakannya, jika ada libur nasional seharusnya ada penambahan distribusi stok tambahan untuk mengantisipasi habisnya stok di pasar.

Senada dengan Rani, meski belum terpantau terjadi secara signifikan Yunan menyebutkan,  saat ini peralihan konsumsi gas dari isi 12 kg menjadi tiga kilogram memang terjadi. Masyarakat yang beralih menurutnya memilih untuk bersiap-siap mengubah pola konsumsinya jika pemerintah benar-benar akan menaikan harga gas isi 12 kg.

Sementara hingga kemarin Yunan mencatat, belum ada kebijakan resmi mengenai kenaikan harga jual gas isi 12 kilogram. “Seperti BBM, masih sekadar wacana dan belum ada keterangan resmi,” pungkasnya.

Stay Connected

104,871FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,256PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan

Must Read

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here