“Booming” Smartphone dan Tablet di Indonesia, Sandisk Akan Serius Garap Indonesia

Smartphone Tablet SanDisk
Smartphone Tablet SanDisk

RANCAH POST – Pesatnya penjualan gadget smartphone di Indonesia membuat produsen flash memory terbesar, Sandisk Corporation serius menggarap pasar di Indonesia, termasuk Surabaya kota terbesar kedua setelah Jakarta.

Sandisk menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting di Asia Pasifik.

“Kebutuhan smartphone ini akan terus tumbuh hingga 2016 mendatang yang diprediksi sekitar 1,7 mliar dan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling antusias dengan perkembangan smartphone dunia. Dan tentunya ini juga akan berdampak positif bagi kami, mengingat penyimpanan datanya selama ini paling banyak menggunakan merk Sandisk,” ungkap Peter Mah, Regional Director, Southeast Asia and ANZ Sandisk Corporation, di Surabaya, Kamis (11/4/2013).

Menurutnya dengan jumlah penduduk besar serta pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, Indonesia tak bisa dikesampingkan dalam market flash memory di Asia. Pihaknya akan terus menggelontor pasar dengan produk-produk terbaru yang dikembangkan oleh Sandisk.

Perusahaan asal Silicon Valey Amerika Serikat ini mempunyai pabrik pembuatan keping memori semikonduktor (wafer) di Jepang hasil kerjasama dengan raksasa elektronik asal Jepang, Toshiba. Wafer yang diproduksi tersebut, selanjutnya dikirim ke pabrik perakitan mereka di Shanghai, China.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Vice President Asia Pacific Sandisk Corporation, Gavin Wu. Dia mengakui bahwa Indonesia sebagai salah satu potensi pasar yang besar dan akan terus berkembang.

“Saat ini jumlah ponsel yang ada di masyarakat Indonesia mencapai 150 juta unit, padahal penduduknya 240 juta jiwa. Dan perkembangan terpesatnya ada di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tentu ini bisnis yang menggiurkan bagui kami,” kata Gavin.

Untuk menjawab kebutuhan pasar, Sandisk akan meluncurkan banyak varian untuk satu jenis kebutuhan penyimpanan data, mulai dari flasdish biasa hingga memory untuk PC dan notebook.

“Sekarang kami memproduksi 2 juta flash memory tiap hari. Pendapatan perseroan pun tahun 2012 lalu mencapai US$ 5,1 miliar pada 2012,” ucapnya.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama