RANCAH POST – ZTE melalui sub-brand Nubia akhirnya memperkenalkan smartphone terbaru mereka, yakni Nubia Air di pasar Eropa. Ponsel ini mengusung desain super tipis dan bobot ringan, menjadikannya salah satu smartphone paling ramping di kelasnya.
Nubia Air hadir dengan ketebalan hanya 6,7 mm, bahkan pada bagian rangka tengah (midframe) titik tertipisnya mencapai 5.9 mm saja. Beratnya pun hanya 172 gram, sehingga tetap nyaman digenggam.
Meski tipis dan ringan, Nubia Air sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69K, yang berarti tahan debu, air, bahkan semburan air panas bertekanan tinggi.
Di bagian depan, Nubia Air mengadopsi layar AMOLED 6.78 inci beresolusi 1.224 × 2.720 piksel dengan refresh rate 120 Hz. Layar ini mendukung kecerahan puncak hingga 4.500 nits dan dilapisi Corning Gorilla Glass 7i.
Pada sektor fotografi, ponsel ini membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera depth 4 MP serta lensa tambahan 0.08 MP.
Sementara untuk kebutuhan selfie dan video call, tersedia kamera depan 20 MP yang ditempatkan dalam punch hole di sisi atas layar.
Ponsel ini diperkuat chipset Unisoc T8300 yang dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Perangkat ini berjalan dengan sistem operasi Android 15.
Soal daya, Nubia Air dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 33W. Selain pemindai sidik jari di bawah layar, Nubia Air juga sudah mendukung WiFi, Bluetooth 5.4, GPS, dan NFC.
Tidak ketinggalan, berbagai fitur berbasis AI turut disematkan, mulai dari AI Magic Photos, Gemini Live, AI noise cancellation dengan dual mic, hingga AI Translate.
BACA JUGA: Nubia A36 dan A56 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 989 Ribu!
Nubia Air tersedia dalam tiga varian warna meliputi Titanium Black, Streamer Black dan Titanium Desert. Di pasar Eropa, ponsel tipis ini dibanderol sekitar 250 Euro atau setara Rp 4.8 jutaan.
