Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Kemendikbud, KPI Pusat, AGSI dan Hago Sepakat Himbau Publik Tidak Lagi Bagikan Iklan Guru Hago
    Berita Nasional

    Kemendikbud, KPI Pusat, AGSI dan Hago Sepakat Himbau Publik Tidak Lagi Bagikan Iklan Guru Hago

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa18 Mei 20191
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Kemendikbud RI, KPI Pusat, AGSI dan Hago Sepakat Himbau Publik Tidak Lagi Bagikan Iklan Guru Hago
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerima surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Hago Indonesia pada hari Kamis (16/5) . (IST/HAGO)

    RANCAH POST – Hago meminta maaf kepada guru, karena video iklan yang sempat viral baru-baru ini, melalui pertemuan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Kamis (16/5) dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) pada Jumat (17/5).

    Konten viral tersebut sudah tidak lagi tayang dan dihapus dari seluruh kanal televisi dan kanal resmi Hago sejak Senin, 13 Mei 2019.

    “Kami berniat menggambarkan pengalaman sosial yang menyenangkan dengan bermain game. Namun kami sadar, bahwa pesan tersebut tidak tersampaikan dengan baik,” kata Valen Fan, Hago Country Manager, Indonesia.

    “Berbagai proses yang terkait dengan proses evaluasi konten di dalam perusahaan sudah kami evaluasi dan akan kami perbaiki. Kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik dan mendidik, melalui beberapa saran serta masukan dari pihak-pihak institusi masyarakat, dimulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI), Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat), Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), dan asosiasi-asosiasi guru di Indonesia,” lanjut Valen.

    Setelah pertemuan tersebut, Hago Indonesia, Kemendikbud RI, KPI Pusat, dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia sepakat mengimbau publik untuk tidak membagikan video iklan guru Hago.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarkan konten iklan yang dapat menyakiti perasaan ataupun membuat para guru tidak nyaman tersebut,” kata Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud RI, Ahmad Mahendra.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menegaskan bahwa Guru adalah profesi yang mulia, dan dilindungi Undang-Undang.

    Pemerintah berkewajiban melindungi profesi guru sebagai pendidik dalam menjalankan tugas, serta harkat dan martabatnya.

    Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 10 tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

    Lebih lanjut, Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud RI menekankan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi publik, perusahaan, dan pembuat konten, untuk lebih peduli dan sensitif dalam penggambaran guru ataupun sistem pendidikan.

    “Guru adalah panutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

    “KPI Pusat mengapresiasi langkah hago yang berkunjung dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. KPI juga telah memberi masukan yang diterima oleh pihak Hago Indonesia, agar kedepannya Hago Indonesia dapat menyajikan konten yang menarik namun tetap mendidik,” kata Yuliandre Darwis, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.

    Ke depannya, Hago Indonesia berkomitmen untuk membuat konten edukatif yang dapat membantu para pengguna dan departemen pendidikan Indonesia.

    Di era teknologi ini, Hago Indonesia percaya bahwa online gaming bisa menjadi salah satu sarana belajar yang dapat membantu sistem edukasi dan program kurikulum bangsa.

    Hago
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    View 1 Comment

    1 Komentar

    1. Kang Journal on 19 Mei 2019 4:08 AM

      Patah memang, semakin kesini hago makin alay, dan makin kacau. Tidak patut untuk di instal aplikasinya.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.