RANCAH POST – Pulau Sentinel merupakan salah satu pulau paling terlarang yang ada di bumi. Pulau itu sendiri terletak di Samudera Hindia dan sangat tabu untuk didatangi turis ataupun orang asing.
Penduduknya yang terasingkan dari kehidupan modern pun selalu memburu siapa saja orang yang berani menginjakan kaki di tanah mereka.
Jangankan wisatawan, para peneliti pun tidak berani untuk datang ke Pulau Sentinel. Belum juga menginjakan kaki, mereka sudah terlebih dulu dihujani anak panah oleh orang Sentinel.
John Allen Chau, warga negara Amerika Serikat yang merupakan seorang misionaris serta petualang dikabarkan meninggal setelah mencoba untuk datang ke pulau tersebut.
Pria 27 tahun itu tewas setelah dipanah oleh sejumlah anggota suku memanahnya. Sementara itu jasadnya ditinggalkan di pantai.
Menurut Dependra Pathak, Direktur Jenderal Kepolisian Andaman, pria itu tewas setelah ia membayar nelayan untuk mengantarnya ke Pulau Sentinel secara ilegal.
Menurut timesofindia, John membayar sekitar Rp 5 juta kepada beberapa nelayan untuk mengantarkannya ke pulau terlarang itu pada Kamis (15/11) lalu.
Sejumlah nelayang mengantarnya hingga ke bagian barat pulau tersebut. Dari sana ia menumpangi kayak seorang diri hingga ke pulau.
Masih menurut timesofindia, John kemungkinan ingin bertemu dengan suku terasing itu dan menyebarkan agama Kristen kepada mereka.
Ini bukan kali pertama John mengunjungi Pulau Sentinel. Menurut kepolisian ia telah mengunjungi pulau terlarang itu empat atau lima kali dengan bantuan nelayan setempat.
Padahal melakukan kontak dengan mereka sebenarnya melawan hukum. Tahun 2017 lalu pemerintah India menegaskan siapapun yang membuat foto atau video tentang suku Andaman asli maka akan dihukum penjara hingga 3 tahun.
Akibat kasus itu, polisi pun telah mengamankan 7 orang nelayan yang diduga membantu serta membawa John Aleen Chau ke Pulau Sentinel.
BACA JUGA: MEROKOK MEMBUNUHMU Bukan Omong Kosong, Pria Tewas Saat Merokok Sambil Bersepeda
Mereka pun ditahan karena dianggap telah melawan hukum yang berlaku di negara itu. Hingga kini, jenazah John pun masih belum bisa ditemukan.
