RANCAH POST – Punya niat baik agar mudah dihubungi jika terjadi suatu masalah, satu keluarga di China ini justru malah panen hujatan dna tuai kecaman.
Hal itu lantaran mereka dengan sengaja membuat tato nomor telefon rumah di lengan anaknya yang menderita keterbelakangan mental.
Itu semua dilakukan pihak keluarga sebagai tindakan antisipasi jika nanti bocah tersebut menghilang.
Pada Minggu (22/7) lalu, kepolisian Wenzhou menerima laporan adanya seorang anak muda berjalan tanpa tujuan di sebuah ruas jalan tol.
Kurang dari 10 menit, petugas patroli pun berhasil mengamankan remaja tersebut guna untuk dimintai keterangan.
Dari awal polisi memang sudah sadar kalau anak tersebut menderita semacam gangguan mental karena tidak bisa memberitahu informasi pribadi seperti umur dan nama.
Polisi pun kemudian menggeledah tubuh bocah tersebut dan menemukan deretan angka di lengannya.
Gak butuh waktu lama bagi polisi untuk menyadari kalau deretan angka itu merupakan nomor telefon rumah.
Ibu dari bocah itu pun kemudian mengangkat telefon dari polisi dan memberikan alamat rumah sehingga bocah itu bisa pulang dengan selamat.
Polisi lalu bertanya mengapa lengan anak itu ditato dengan nomor telefon karena itu bukan merupakan sesuatu yang umum.
Sebagai informasi, di lengan bocah itu terlihat ada dua nomor telefon. Yang satu sudah dicoret dan deretan angka lainnya berada di bawahnya.
Opsir Yang mengatakan, meski maksud orang tuanya itu baik, tapi keputusan itu tetap saja tidak masuk akal.
Ia pun menyarankan agar keluarga yang punya anak seperti itu untuk segera mendaftarkan sidik jari kerabatnya ke kepolisian atau memakaikan semacam gelang berisi informasi pribadi dari pada harus membuat tato.
Kisah bocah ini pun kemudian menjadi viral di media sosial dna mendapat beragam tanggapan dari netizen.
Beberapa dari mereka mengatakan, meski orang tuanya khawatir, tato itu sebenarnya tidak diperlukan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang menyebut kalau itu merupakan perlakuan ekstrim.
BACA JUGA: Anaknya di Cekal Tidak Boleh Naik Pesawat Karena Autis, Curhatan Ibu ini Viral, Sedih Bacanya!
Walau begitu, ada beberapa diantara mereka yang mendukung hal tersebut dengan mengatakan bahwa cara itu merupakan pilihan terakhir yang palin realistis.
